Editor: Redaksi
Ambon, Bedahnusantara.com: Menjelang perayaan Dies Natalis ke-6 tahun 2026, Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia Maluku (FH UKIM) semakin menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan hukum yang berkembang dan memiliki kontribusi nyata dalam penguatan kualitas sumber daya manusia di Maluku.
Perjalanan enam tahun FH UKIM menjadi catatan penting dalam menunjukkan konsistensi dan daya tahan sebagai fakultas yang relatif muda. Di tengah berbagai dinamika akademik dan tantangan kelembagaan, FH UKIM mampu bertumbuh dengan mengedepankan kualitas, integritas, serta komitmen terhadap pengembangan ilmu hukum. Moto Absque Servis Fines yang diusung turut menjadi landasan dalam setiap langkah pengembangan institusi.
Pada momentum Dies Natalis kali ini, FH UKIM mengangkat tema “Memperkuat Sikap Edukatif, Kreatif, dan Toleransi dalam Semangat Kampus Orang Basudara”. Tema tersebut mencerminkan nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat Ambon, di mana semangat persaudaraan atau “orang basudara” menjadi fondasi dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis, termasuk di lingkungan kampus.
Dekan Fakultas Hukum UKIM, Sandy Victor Hukunala, S.H., M.H., saat diwawancarai langsung di zest Hotel Ambon, Jumat (24/4/2026), menegaskan bahwa tema yang diangkat bukan sekadar slogan, melainkan komitmen bersama dalam membangun budaya akademik yang sehat dan inklusif.
“Tema ini bukan hanya slogan, tetapi menjadi arah dan komitmen bersama dalam membangun budaya akademik yang sehat, dinamis, dan inklusif di lingkungan kampus,” ujar Hukunala.
Ia menjelaskan, penguatan sikap edukatif menjadi pilar utama dalam membentuk karakter civitas akademika. Hal ini mencakup upaya membangun tradisi akademik yang kuat, seperti semangat saling belajar, budaya berbagi ilmu pengetahuan, serta menjunjung tinggi etika akademik dalam setiap aktivitas perkuliahan maupun penelitian.
“Kami ingin membangun ekosistem akademik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berintegritas secara moral. Ini penting dalam mencetak sarjana hukum yang tidak hanya paham teori, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial,” jelasnya.
Selain itu, aspek kreatif juga menjadi fokus penting dalam pengembangan mahasiswa. FH UKIM mendorong mahasiswa untuk aktif berinovasi dan mengembangkan daya cipta, baik dalam kegiatan akademik maupun organisasi kemahasiswaan.
“Kreativitas mahasiswa harus terus diasah agar mampu merespons berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat secara konstruktif,” tambahnya.
Lebih lanjut, nilai toleransi menjadi inti dalam menjaga keharmonisan kehidupan kampus yang multikultural. Civitas akademika diajak untuk terus menghargai perbedaan, baik dari segi agama, suku, budaya, maupun pandangan.
“Ini menjadi fondasi penting dalam membangun kampus yang damai dan inklusif, sesuai dengan semangat orang basudara,” tegas Hukunala.
Dalam kesempatan tersebut, Hukunala juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Rektor UKIM, para wakil rektor, panitia pelaksana, serta seluruh civitas akademika dan tenaga kependidikan yang telah berkontribusi dalam menyukseskan rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-6 FH UKIM.
Ia berharap, perayaan Dies Natalis ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga momentum refleksi dan penguatan nilai-nilai akademik serta kebersamaan di lingkungan kampus.
“Dies Natalis ini harus menjadi titik refleksi sekaligus pijakan untuk melangkah lebih maju, agar FH UKIM semakin berkontribusi nyata bagi pembangunan hukum dan masyarakat di Maluku,” tutupnya. (BN Grace)





