Bupati SBB Ngamuk, H-15 Jelang MTQ Persiapan Belum Maksimal

Yakobus%2Bmarah
Bupati SBB Marah Penitia MTQ Tak Maksimal

Piru, Bedah Nusantara.com: Pelaksanaan event akbar Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat  Provinsi Maluku yang akan digelar di Bumi Saka Mese Nusa tinggal menghitung hari. Efektif pekerjaan persiapan malah berkisar 15 hari kalender kerja.

Namun  waktu yang dapat dihitung dengan jari itu,tak membuat Panitia MTQ bertarung dengan waktu.

Berang akibat lambatnya persiapan jelang event akbar yang bakal menyita perhatian public,Plt Kepala Dinas PU SBB yang juga merupakan Wakil Ketua Panitia Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke XXVI tingkat Provinsi Maluku, Semuel Paulus Puttileihalat berang.

Dengan mengendarai mobil pribadinya, bapak yang kerap disapa Raymond  Puttileihalat pun menghampiri lokasi panggung utama MTQ ke XXVI yang terletak di halaman upacara Kantor Bupati SBB, Desa Morekau, Kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat, dan langsung melampiaskan kemarahannya akibat ketidak becusan bidang yang menangani panggung utama.

Plt Kadis Kehutanan dan perkebunan SBB yang juga merupakan Panitia MTQ Bidang Perlengkapan, Woody Timisela, dan beberapa staf pada Dinas Pekerjaan Umum SBB yang saat itu berada di lokasi panggung utama, jadi sasaran “semprotan” kakak kandung Bupati SBB, Jacobus F.Puttileihalat ini.

“ Ini sudah 15 hari lagi MTQ , baru kerjanya masih seperti ini. Ada apa ini. Asal mau ngatur, padahal kerja saja seperti ini. Apa ini. Kalau kerja seperti ini, mana bisa selesai saat harinya nanti,” teriak Puttileihalat dengan lantang, di Halaman Upacara Kantor Bupati SBB, Kamis (24/4).

Bagaikan petir  disiang bolong, Panitia MTQ bidang perlengkapan, Woody Timisela pun panik dan merogoh telepon genggamnya untuk menelpon para pihak yang bertanggungjawab terhadap kesiapan panggung utama. Sedangkan para pekerja yang ada saat itu tampak bingung, dan tak tahu harus berbuat apa.

“ Kalau panggung utama saja masih seperti ini, mau jadi apa. Ini kesiapan panggung utama kalau tidak ada lembur dan tidak dibagi dalam 3 sift maka habislah. Tidak akan selesai sesuai rencana,” katanya tak habis pikir.

Bukan hanya Kakak kandung Bupati SBB yang was-was terkait dengan kesiapan MTQ ini, beberapa pihak juga pesimis dengan kesiapan MTQ di SBB ini.

Beberapa factor yang dapat mengganggu kesiapan  MTQ selesai tepat waktu , yakni factor cuaca di Kabupaten SBB   yang masuk pada musim penghujan. Idealnya, kesiapan MTQ harus selesai di penghujung bulan April, dan beberapa hari hingga pelaksanaan MTQ dapat dipakai sebagai waktu untuk mengevaluasi seluruh kesiapan. (BN-03) 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan