BUMNeg Sosoki dan BUMDes Waisarot Lakukan Kerjasama Pengelolaan Keramba Jaring Apung

Ambon,Bedahnusantara.com-Badan Usaha Milik Negeri (BUMNeg) Sosoki Negeri Hative Kecil dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Waisarot Desa Hunuth melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama tentang pengelolaan keramba jaring apung yang berlangsung di Kantor Desa Hunuth, Sabtu (21/10/2022).

InShot 20221022 231132026

Bacaan Lainnya

Penandatanganan perjanjian kerjasama disaksikan oleh Kepala Bidang Pemerintah Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Masyarakat dan Desa (DP3AMD) Kota Ambon, Kepala Kantor Kecamatan Teluk Ambon, Raja Negeri Hative Kecil Kota Ambon dan Kepala Desa Hunuth.

InShot 20221022 231021205

Kepala Bidang Pemerintahan Desa DP3AMD Kota Ambon Juan Kayadoe mengatakan, pelaksanaan kerjasama yang dilakukan BUMNeg Sosoki, Hative Kecil dan BUMDes Waisarot, Desa Hunuth dilaksanakan berdasarkan peraturan pemerintah nomor 11 tahun 2021 tentang BUMDes.

 

“Dalam Peraturan Pemerintah telah diatur tentang pelaksanaan kerjasama oleh BUMDes dimana, kerjasama dapat dilakukan untuk kegiatan usaha dan non usaha,” katanya.

Meskipun kerjasama telah dilaksanakan, namun pihaknya meminta agar, analisa usaha dan SOP harus diperkuat agar ada kewajiban dari pihak kedua untuk mengembalikan modal yang disertakan oleh BUMNeg Sosoki sehingga, dalam pelaksanaannya dapat dilakukan dengan baik.

“Ini bantuan yang sudah disalurkan oleh pemerintah pusat ada BUMNeg dan BUMDes mudah-mudahan bisa direalisasikan sebelum berakhirnya tahun anggaran,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur BUMNeg Sososki Negeri Hative Kecil Wilhelmina Tetelepta mengatakan, Sosokki merupakan nama BUMNeg yang mempunyai kearifan lokal dalam bidang perikanan.

“Hal ini terlihat dari dahulu sampai sekarang ada motor ikan dan ikan asap yang merupakan kearifan lokal yang ada di Negeri Hative Kecil,” ujarnya.

Dia menuturkan, berdasarkan perkembangan dan sejarah di Hative Kecil ada BUMNeg yang dikenal dengan BUMNeg Sosoki yang artinya alat penangkap ikan dari zaman leluhur.

“Ini filosofi sehingga, Hative Kecil membuat BUMNeg dengan nama Sosoki,” ungkapnya.

Seiring berjalannya waktu ada perubahan-perubahan yang terjadi dengan perkembangan dunia dan perkembangan manusia sehingga, kearifan lokal itu ada namun, berubah akibat lingkungan hidup di mana lingkungan air di Negeri Hative Kecil mengalami perubahan.

Untuk itu, lanjut dia, BUMNeg Sosoki Negeri Hative Kecil dihubungkan dengan BUMDes Waisarot Desa Hunuth untuk melakukan koordinasi tentang program keramba jaring apung sehingga, hari ini kita berada di Desa Hunuth untuk melaksanakan  penandatanganan kerjasama dengan salah satu poin agar, kerjasama dapat saling menguntungkan.

“Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami untuk ada dalam proses penandatanganan ini,” terangnya.

Hal yang sama disampikan Ketua BUMDes Waisarot Desa Hunuth Fitri Anie menambahkan, BUMNeg Sosoki memiliki 8 kolam untuk dilakukan kerjasama karena itu, memang menjadi kerjasama kita untuk melakukan perluasan wilayah kerja program keramba jaring apung.

“Kami berinisiasi untuk melakukan kerjasama dengan BUMNeg sosokki karena kami memiliki fungsi untuk saling mengontrol antara satu dengan lain,” katanya.

Untuk kerjasama ini kami dari BUMDes Waisarot terkait dengan keramba jaring apung kita sudah memasuki tahap masa panen karena, kita memiliki 4 kolam.

“Tentukan kami inginkan ke depan ada usaha jaring apung dengan penambahan kolam yang akan digunakan untuk budidaya ikan. Hal itu menjadi prospek atau usaha kami ke depan,” tuturnya.

Salah satu hal yang telah dibicarakan dengan pemerintah desa yakni, rencana untuk perluasan keramat Jaring apung agar makin banyak bibit ikan yang dapat dimasukkan ke dalam keramba.

“Tentu hal ini akan berpengaruh terhadap pendapatan sehingga, hasilnya diterima semakin besar melalui pengembangan perluasan budidaya ikan,” terangnya. ( BN-02)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan