Editor, Redaksi
Ambon, Bedahnusantara.com:
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang tidak menentu, seiring prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahwa dalam waktu dekat akan terjadi peralihan menuju bulan basah.
Kepala BPBD Kota Ambon, Frits R.M. Tatipikalawan, S.Hut, M.Si, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan langkah antisipatif sejak dini dengan turun langsung ke sejumlah lokasi yang sebelumnya pernah terdampak bencana.
“Dalam bulan ke depan, mulai April ini, kita sudah mengkondisikan adanya pergerakan menuju bulan basah. Karena itu, BPBD Kota Ambon dari jauh hari sudah turun ke lokasi-lokasi rawan bencana, sekaligus melakukan sosialisasi kepada masyarakat,” ujarnya saat diwawancarai di Kamari Hotel Ambon, Kamis (9/4/2026).
Ia menjelaskan, BPBD juga berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk melakukan pengukuran di sejumlah titik rawan, guna mengidentifikasi potensi risiko yang bisa ditindaklanjuti.
“Beberapa lokasi sudah kami ukur bersama PUPR. Jika memungkinkan, data-data tersebut akan kami koordinasikan lebih lanjut hingga ke BNPB sebagai bahan penanganan,” tambahnya.
Adapun sejumlah wilayah yang telah ditinjau antara lain kawasan Belakang Soya, Batu Meja, Kilang, Naku, serta daerah di luar pusat kota seperti Batugong, Passo, Waiheru, dan Nania.
Lebih lanjut, Tatipikalawan mengingatkan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan sebagai langkah pencegahan bencana.
“Himbauan kami, masyarakat harus peduli terhadap lingkungan, terutama dengan membersihkan saluran air atau selokan. Ini penting agar saat musim hujan tiba, tidak terjadi penyumbatan yang bisa memicu banjir maupun buruknya drainase,” tegasnya.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk memperhatikan kondisi pepohonan di sekitar tempat tinggal, khususnya yang sudah rimbun dan berpotensi tumbang saat cuaca ekstrem.
“Pohon-pohon besar yang sudah sangat rimbun sebaiknya ditebang atau dirapikan secara mandiri sebagai bentuk partisipasi membantu pemerintah. Dengan begitu, ketika cuaca ekstrem datang secara tiba-tiba disertai hujan, dampaknya bisa diminimalisir,” tutupnya. (BN Grace)





