![]() |
| Siahaya: Niko Pattiwael Siap Bersaksi Demi ungkap Kejahatan Jafry Taihuttu |
Ambon, Bedah Nusantara.com: Dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan dana asuransi sebesar Rp. 1,8 Milyar milik keluarga Jakob Siahaya oleh anggota DPRD Kota Ambon Jafry Taihuttu kini telah memasuki babakan yang baru.
Bagaimana tidak, ternyata demi mengungkap kejahatan yang dilakukan oleh Jafry Taihuttu, Notaris sekelas Niko Pattiwael telah bersedia menjadi saksi demi membela keluarga Siahaya jika diperlukan.
Hal tersebut disampaikan oleh keluarga korban Jakob Sihaya, melalui Ice Siahaya kepada media ini diambon didampingi sejumlah anggota keluarga Siahaya.
Menurut Ice Siahaya, keluarga kami telah dihubungi dan telah berkomunikasi langsung dengan Bapak Notaris Niko Pattiwael yang awalnya adalah pihak Notaris yang kami percayakan dalam rangka melakukan pengesahan dan pemberkasan segala sesuatu yang bertalian langsung dengan administrasi bagi penacairan dana asuransi Rp.1,8 Milyar tersebut. dan dalam proses tersebut Jafry Taihuttu juga mengetahuinya.
” Notaris Bapak Niko Pattiwael yang mengurusi berbagai pemberkasan administrasi demi kelancaran pencairan dana asuransi tersebut telah mengatakan akan siap bersaksi bagi kami dalam membuka kejahatan Jafry Taihuttu, sebab saat itu kami bersama Jafry Taihuttu (Pelaku penipuan dan Penggelapan dana Rp.1,8 Milyar) melakukan pemberkasan dikantor notaris Bapak Niko Pattiwael dan kemudian berkas tersebut akan dikirimkan oleh terduga pelaku (Jafry Taihuttu,Red)”. Jelas Ice Siahaya
Akan tetapi lanjutnya, setelah kami berkordinasi lanjutan dengan Jafry Taihuttu terkait kemanakah dana tersebut nantinya ditransferkan, Jafry Taihuttu menolak untuk dana tersebut dikirimkanmasuk kepada rekening milik bapak kami (Jacob Sihaya) yang adalah adik kandung dari Almarhum Ibu Marice Laisina Siahaya. Jafry Taihuttu malah memaksakan kami agar menyetujui dana tersebut nantinya dimasukan pada rekening milik Ibu Costavina Laisina Hattu, mama sarani (Ibu Baptis) dari Jafry Taihuttu.
” Jafry Taihuttu, setelah ktong selesai pemberkasan dikantor pa Niko Pattiwael, katong ketemu didepan kantor KNPI Provinsi Maluku yang berhadapan dengan rumah kopi sibu-sibu, disana Jafry Taihuttu memaksa dan melarang katong untuk jangan memasukan dana asuransi tersebeut pada rekening milik bapa kami Jacob Sihaya (Adik kandung dari Almarhum Ibu Marice Siahaya), tetapi Jafry paksa katong kasih masuk direkening milik dia pung mama sarani (Ibu Baptis) tanta Costavina, sehingga katong sempat bersitegang dan bersilang pendapat, yang pada akhirnya Jafry Taihuttu sempat melemparkan berkas-berkas yang baru saja selesai diproses oleh Pa Niko Pattiwael (Notaris) kejalan raya begitu saja”. ungkap Ice Siahaya sembari membasuh air matanya.
Tak sampai disitu, Jafry Taihuttu juga tambah Ice Siahaya, sempat meminta uang kepada kami sebesar dua juta rupiah (Rp.2 Juta), demi melancarkan pengiriman berkas yang telah disahkan dan dilengkapi pada Notaris bapak Niko Pattiwael.
” Jafry Taihuttu, bukan saja memaksa kami mengikuti maunya dia, tapi Jafry Juga sempat meminta uang kepada kami sebesar dua juta, dengan alasan akan membayar biaya pengiriman berkas-berkas tersebut, akan tetapi hingga kini sama sekali dan tersebut tidak pernah kami terima dan pemberkasannya entah dimana, akan tetapi kami telah memiliki banyak data dan bukti bahwa dana tersebut telah dipergunakan oleh Jafry Taihuttu, dan kini dia (Jafry Taihuttu) malah melarikan diri dan mulai mengatakan bahwa kami melakukan pencemaran nama baik, sungguh aneh dan memalukan tindakan oleh seorang Anggota Dewan seprti ini”. Paparnya
Ice Siahaya menegaskan, bahwa Pa Niko Pattiwael telah menyatakan bersedia menjadi saksi dan akan membuka semua kejahatan juga penipuan yang dilakukan oleh Jafry Taihuttu, bahkan beliau sangat marah, setalah mengetahui apa yang telah dilakukan oleh Jafry Taihuttu kepada kami.
” Pa Niko Pattiwael telah bersedia dan akan siap menjadi saksi bagi kami dan menyatakan akan membuka semua penipuan dan pembohongan yang telah dilakukan oleh Jafry Taihuttu atas uang milik keluarga kami”. Tandasnya (BN-07)






