Namrole, Bedah Nusantara: Kuatnya dukungan dari seluruh kader Partai Demokrasi Indonesian Perjuangan (PDIP) pada aras Ranting, Pengurus Anak Cabang (PAC) maupun Pengurus Cabang di Kabupaten Buru Selatan (Bursel) yang mendukung Bupati Kabupaten Bursel, Tagop Sudarsono Solissa sebagai Calon Bupati untuk diusung oleh PDIP dan tentunya harus berpasangan dengan kader terbaik PDIP di Kabupaten Bursel, yakni Sami Latbual,
Ketua DPC PDIP Kabupaten Bursel sebagai Calon Wakil Bupati ternyata membuat Calon Kepala Daerah tertentu yang mendaftar di partai besutan Megawati Soekarno Putri itu mulai panik dan ketakutan.
Akibatnya, Calon Kepala Daerah itu pun mulai melakukan langkah-langkah intimidasi dan mengancam para kader PDIP pada Ranting maupun PAC.
“Kami sangat menyesalkan adanya proses intimidasi dari Bakal Calon Kepala Daerah yang turut mendaftar di PDIP terhadap para kader kami di Ranting maupun PAC, yang diduga kuat karena memberikan dukungan kepada Pak Tagop Sudarsono Solissa yang diminta harus berpasangan dengan Ketua DPC PDIP Kabupaten Bursel, Pak Sami Solissa sebagaimana yang telah direkomendasikan para Rapat Ranting, Musancab maupun Konfercab,” kata Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Bursel, Joles Lesnussa Rabu (13/5) malam yang didampingi sejumlah fungsionaris DPC PDIP Kabupaten Bursel lainnya.
Menurut mantan Pengurus Besar Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PB GMKI) ini, pasca mengetahui adanya proses intimidasi dan pengancaman secara lisan kepada para kadernya itu, pihaknya pun langsung menggelar rapat DPC di Sekretariat DPC PDIP Kabupaten Bursel di Jalan KM 1 Desa Labuang, Kecamatan Namrole guna menyikapinya secara serius.
Dimana, Rapat itu turut dihadiri oleh dirinya, Ketua DPC PDIP Kabupaten Bursel Sami Latbual, Bendahara Ahmad Umasangadji, Wakil Ketua Bidang Kehormatan Corneles Hully, Wakil Ketua Bidang Bapilu Basir Solissa, Wakil Ketua Bidang Pemuda Pelajar Olahraga dan Komunitas Seni Budaya Bernadus Lesnussa, Wakil Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Sosial Anselany Orpa Seleky serta Wakil Ketua Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan yang juga Ketua DPRD Kabupaten Bursel serta mantan Ketua DPC PDIP Kabupaten Bursel Arkilaus Solissa.
“Hasil rapat tersebut telah menugaskan kami untuk menyikapi masalah intimidasi ini secara serius, sebab tindakan ini harus dihentikan oleh mereka yang melakukannya, sebab kami menilai tindakan seperti itu tidak baik, tidak santun dan tidak beretika dalam berpolitik,” paparnya.
Olehnya itu, dirinya pun menghimbau kepada Bakal Calon Kepala Daerah yang telah terlanjur melakukan aksi intimidasi dan pengancaman itu bersama keluarga maupun orang-orang dekatnya guna menghentikan aktivitas mereka.
“Jadi, menurut kami, prilaku ini adalah prilaku panik. Maka dari itu, kami intruksikan kepada semua keluarga dan orang-orang terkait yang berhubungan langsung dengan proses politik untuk menghentikan proses-proses intimidasi dan pengancaman itu,” paparnya.
Sebab, lanjutnya lagi, sebagai pimpinan di jajaran DPC PDIP Kabupaten Bursel, pihaknya tidak akan tinggal diam jika nantinya ada proses-proses intimidasi serupa kepada para kadernya. Dimana, pihaknya mengancam akan segera mempolisikan siapa saja yang melakukan aksi serupa kepada para kadernya.
“Sebab, jika masih terus dilakukan intimidasi serupa, maka PDIP juga akan bersikap. Dimana jika tidak diindakan, maka bisa saja kami mempolisikan pihak-pihak yang melakukan intimidasi itu,” paparnya.
Sebab, katanya lagi, sesuai hasil rapat DPC itu pun pihaknya telah berencana untuk membentuk suatu tim investigasi guna menyikapi masalah seperti ini jika nantinya terulang kembali.
“Kita juga aka melakukan investigasi itu, jika masih ada prilaku-rilaku serupa. Dimana, tim investigasi dari partai untuk mengkonfirmasi hal itu secara langsung kepada pihak terkait untuk selanjutnya akan kami laporkan ke pihak kepolisian dan juga kepada pihak penyelenggara pemilu, walaupun belum ada dalam proses pentahapan pemilu,” ungkapnya.
Menurutnya, seluruh kader partai wong cilik di daerah ini telah menghendaki agar Tagop Sudarsono Solissa dapat berpasangan dengan Sami Latbual dan sudah sepatutnya semua pihak pun turut menghargai hal itu, apalagi kader partai lain yang juga menginginkan agar direkomendasikan oleh PDIP sebagai Calon Kepala Daerah.
“Proses politik inikan memberikan kebebasan kepada setiap warga negara untuk bersikap secara pribadi, kepada siapa dia memberikan dukungan dan siapa yang harus dia pilih. Apalagi ini dukungan dari kader partai kepada kader partai, kami kira ini sangat wajar dan sebaliknya tidak wajar jika kader partai lain ingin mengobok-obok rumah PDIP, itu yang tidak wajar,” tandasnya.
Dikatakannya, sesuai dengan dukungan para kader partai kepada Solissa-Latbual dalam rekomendasi-rekomendasi yang dilahirkan, memang diharapkan akan dijadikan acuan oleh DPP dalam menentukan rekomendasi pada saatnya nanti.
Sementara itu, terkait dengan adanya berbagai isu yang dimunculkan oleh kandidat calon tertentu yang mengaku telah mengantongi hasil survey, Lesnussa mengaku bahwa itu merupakan sebuah bentuk pembohongan publik yang menyesatkan dan sengaja dimainkan oleh oknum-oknum tertentu yang tak menghendaki agar kader partai PDIP diusung oleh PDIP.
“Soal hasil survey, kita di DPC secara struktural dan di DPD itu tidak pernah diberitahu kapan tim survey itu akan turun guna melakukan survey dan hasilnya itu tidak akan diketahui oleh kita secara langsung, tetapi kok ada kandidat tertentu yang menyatakan bahwa hasil survey sudah ada di tangan mereka. Jadi pertanyaan, mereka tahu dari mana,
Sebab menurut kami itu issu sesat dan merupakan sebuah bentuk pembohongan publik, karena secara jelas DPD telah menjelaskan kepada para bakal calon ketika pertemuan di Ambon terkait dengan hal itu bahwa tim survey akan turun dan hasilnya itu tidak akan pernah diketahui oleh DPC dan DPD dan hanya akan dikonsumsi oleh DPP untuk dijadikan sebagai bahan pertimbangan guna memberikan rekomendasi partai nantinya,” terangnya. (BN-09)






