![]() |
| Maraknya Peredaran Beras Palsu |
Namrole, Bedah Nusantara.com: Guna mengantisipasi peredaran beras plastik di Kabupaten Buru Selatan (Bursel), maka Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bursel telah melakukan uji sampel terhadap 16 merk beras yang sering beredar di Kabupaten tersebut.
Namun, setelah dilakukan uji sampel itu, ternyata belum ditemukan adanya indikasi beras plastik yang ikut tercampur didalamnya.
Hal itu dikemukakan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Kabupaten Bursel, Yan Latupeirissa kepada wartawan, Sabtu (23/5) di ruang kerjanya.
Menurut Latuperissa, pasca berkembangnya info beras plastik yang kini marak ditemukan peredarannya di sejumlah wilayah di Indonesia, pihaknya langsung menindaklanjuti kasus tersebut, dengan mengadakan rapat dengan para distributor beras di ruang kerjanya, yang dilanjutkan dengan pengujian 16 sampel merek beras.
Ke 16 merek beras yaitu, Pisang Aroma, AA Elang, AA Kuda Terbang, AA Mickey Mouse, Z Pala, Kipas Lali, Dua Udang, Pinisi, MJ, Matahari, Jempol, Mangkok, Lonceng, Pisang Raja, Belalang dan Nona manis.
Dimana, setelah dilakukan uji sampel menggunakan media air yang ditempatkan di dalam baskom, tidak ada satupun bulir beras yang terapung.
“Kita sementara masih menggunakan media air di dalam baskom, sebab kita mengikuti cara yang digunakan di Jakarta juga. Cara ini, merupakan cara termudah yang dapat dijangkau, selain tentunya melakukan uji laboratorium” kata Latupeirissa.
Sesuai instruksi Menteri Perdagangan (Mendag) Republik Indonesia, Rahmat Gobel, pihaknya telah melakukan pengawasan peredaran beras plastik, dimana pada 21 Mei lalu. Dimana, Disperindag mengundang seluruh pemasok beras di Kecamatan Namrole, Kabupaten Bursel.
Dalam pertemuan dijelaskan tentang peredaran beras plastik serta kiat-kiat mengantisipasinya. Dimana, dari hasil uji sementara (menggunakan media air) belum ditemukan adanya tanda-tanda mencurigakan seperti terapungnya bulir beras di atas permukaan air, yang mengancam kesehatan masyarakat Bursel.
“Kami disini hanya melakukan uji sementara saja, kemungkinan Senin (25/5) kami akan melakukan uji ulang lagi, dengan melakukan pembakaran pada bulir beras, bila ditemukan adanya bulir beras yang meleleh, maka diduga beras tersebut terindikasi beras plastik” ungkapnya.
Dari hasil uji Disperindag, katanya, sudah membuat konsep surat kepada Direktorat Jendral (Dirjen) standarisasi dan perlindungan konsumen, tembusan Disperindag Provinsi dan tembusannya kepada Bupati Bursel Tagop Soedarsono Solissa, tentang hasil uji sementara beras plastik di lapangan.
Kendati hasil tes sementara belum ada tanda-tanda mencurigakan, namun pihaknya menghimbau para pedagang untuk tidak membeli beras dengan merek baru, apabila hal tersebut tetap dilakukan, maka pedagang harus meneliti dengan selektif.
“Proses uji beras ini mendapat respons baik dari kalangan pedagang, sehingga mereka tidak akan dirugikan dengan maraknya peredaran beras plastik. Selain uji sementara, saya belum dapat memastikan akan melakukan uji lab, sebab hampir semua beras yang dipasok ke Namrole di dapat dari Ambon. Pastinya di Ambon juga akan melakukan uji lab”, tutur Latupeirissa.
Ketika disinggung terkait maraknya kapal kecil dari luar Maluku yang juga sering menyinggahi Bursel untuk berdagang di pesisir, dan dikhawatirkan adanya beras plastik yang mengintai dibaliknya, pihaknya pun mengaku telah melakukan langkah antisipasi.
“Saya akan mengantisipasi dengan mengkordinasikan hal tersebut dengan Sekda, dimana akan menyurati para Camat, agar jeli dalam membeli beras yang dipasok dari luar, terutama beras merek baru. Hal ini akan dilakukannya, demi mewujudkan masyarakat Bursel bebas beras plastik,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Kadisperindag juga menghimbau masyarakat, agar jeli dan teliti sebelum membeli beras, apabila menemukan adanya ciri-ciri beras plastik, yang sudah beredar di Kecamatan Namrole agar segera melaporkan sehingga dapat diantisipasi penyebarannya.(BN-09)






