
Pengorbanan yang diberikan para siswa untuk mensukseskan event keagamaan tersebut tercoreng ulah panitia yang menangani para penari kolosal.
Panitia MTQ, yang dikendalikan, Remon Puttileihalat dinilai tidak mampu memperhatikan para penari yang merupakan pendukung acara pelaksanaan kegiatan akbar di kabupaten tersebut.
“Kami sangat kecewa, semangat para siswa dan guru untuk mensukseskan MTQ lewat acara tarian kolosal ini harus surut, akibat pihak panitia tidak memperhatikan kami,” jelas salah satu peserta yang enggan namanya dikorankan usai kegiatan latihan tari kolosal, di Kantor Bupati SBB, Sabtu (9/5).
Bukan hanya untuk urusan konsumsi, urusan transportasi yang ditangani oleh Kepala Dinas Perhubungan dan Kominfo, Pecking Calling juga demikian.
Bukan saja masalah transportasi yang dialami oleh para penari kolosal. Puluhan para pasukan penggerek bendera (Paskibra) yang nantinya bertugas mengibarkan bendera MTQ dan bendera 11 kabupaten/kota di Maluku.(BN-04)