Ambon,Bedahnusantara.com: Persoalan status kewilayahan yang masih pada Zona Orange di Kota Ambon, masih tetap menjadi pekerjaan rumah yang besar bagi seluruh warga Kota Ambon.
Sejumlah strategi dan upaya serta kebijakan telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Ambon untuk dapat mendorong terciptanya kesadaran dari masyarakat akan bahaya Covid-19 dan pentingnya menjalankan protokol kesehatan termasuk kebiasaan melakukan program 3M (Memakai Masker, Mencucui Tangan dan Menjaga Jarak).
Akan tetapi hingga hari ini belumlah menunjukan adanya perubahan yang siginifikan, yang terlihat dari status wilayah Kota Ambon yang awalnya dari Zona Orange, sempat kembali menjadi Zona Merah dan akhirnya kini kembali lagi pada Zona Orange.
Menyikapai hal tersebut Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AM-GPM) Daerah Kota Ambon, turut memberikan tanggapan dan juga respon terhadap persoalan yang hingga hari ini masih menjadi gumulan dari pemerintah Kota Ambon.
Ketua Daerah AM-GPM Kota Ambon, Ivana Tuhumena ketika dikonfirmasi mengungkapkan; Kalau kita berbicara terkait zona merah atau orange itu menjadi kewenengan pihak tertentu, sehingga sebagai kader angkatan muda kita merasa itu suatu yg tidak perlu di perdebatkan.
” Zoal Zonasi merah atau orange untuk Kota Ambon dalam hal Covid-19, itu adalah kewenangan pihak yang telah diberikan tanggung jawab. Sehingga bagi kami selaku kader AM-GPM, hal tersebut bukanlah menjadi subtansi kami untuk dikomentari apalagi sampai diperdebatkan,”.
Sebab bagi kami lanjutnya, adalah lebih baik dan lebih bijak jikaa kita kemudian mulai menyadari bahwa setiap program dan kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Daerah Kota Ambon, semuanya untuk kebaikan kita bersama.
” Sebab lebih baik kita mengikuti program pemerintah yakni ikuti Protokoler Kesehatan (Prokes) lewat mengunakan masker, rajin cuci tangan, jaga jarak dan hindari kerumuan, yang pada kesemuanya itu adalah untuk kebaikan kita semua,”
Katika disinggung terkait masih banyak masyarakat yang tidak taat akan protokol kesehatan, Tuhumena menyatakan, ” kalo soal masyarakat yang tidak mau ikuti Prokas kita sebagai kader AM-GPM harus membantu memberi informasi yang tepat kepada masyarakat dan kita harus juga mengetahui apa alasan masyarakat tidak patuh supaya ada solusinya,” Jelasnya.
Dan tentunya kita akan selalu menghimbau semua kader untuk mengikuti semua yang protokler kesehatan anjurkan, dan semua hal yg berkaitan proses kesehatan.
” Bahkan kami tentunya bukan sekedar berharap agar Kota Ambon bisa menjadi wilayah dengan zona hijau (Bebas Covid-19), akan tetapi harapan tersebut juga merupakan sebuah keyakinan yang mesti di ikuti dengann tindakan yang tepat sehinga kader AM-GPM akan menjadi bagian yang proaktif bersama-sama Pemerintah daerah mewujudkan kota ambon yang lebih taat Prokes menuju zona hijau,” Tutupnya. (BN-04)






