Walikota: Kecamatan Letisel Telah Memacu Pertumbuhan Pariwisata Lewat Festifal Budaya

walkot budaya
Walikota: Kecamatan Letisel
Telah Memacu Pertumbuhan Pariwisata Lewat Festifal Budaya

Ambon,Bedahnusantara.com: Sebagai upaya untuk melestarikan nilai budaya yang ada di desa dan negeri, salah satu Kecamatan di Kota Ambon yakni Leitimur Selatan (Letisel) menggelar festival seni budaya yang berlangsung di pantai Hukurila, Sabtu (8/12).
Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy dalam sambutannya mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi kepada masyarakat kecamatan Letisel yang secara tidak langsung telah mempromosikan pariwisata kota Ambon lewat budaya khas Maluku.
“Saya merasa sukacita betul, karena masyarakat Kecamatan Letisel telah melaksanakan sebuah kegiatan budaya yang tumbuh dari masyarakat untuk mengembangkan seni dan budaya di Maluku,” ujarnya disela-sela festival seni dan budaya.
Festival hari ini kata dia, sangat penting bagi masyarakat Kecamatan Letisel, untuk mengembangkan seni dan budaya yang tumbuh dari masyarakat tersendiri.
“Saya menyambut dengan sukacita kegiatan festival seni dan budaya yang dilaksanakan oleh masyarakat untuk mengembangkan budaya-budaya yang ada di Maluku,” paparnya.
Dia mengakui, festival seni dan budaya yang dilaksanakan Kecamatan Letisel akan menjadi program tetap Pemkot Ambon melalui Dinas Pariwisata dan kebudayaan Kota Ambon.
“Kegiatan ini tidak berhenti tahun ini, tapi akan berlangsung pada tahun-tahun kedepan dengan meningkatkan kualitas dan penampilan seni dan budaya yang lebih baik,”terangnya.
Dia berharap, festival seni dan bidaya harus disuport dan akan dicatat dalam rangkaian kegiatan kedepan.
“Pemkot sementara mendorong dan mempersiapkan kota Ambon sebaik mungkin untuk menjemput perkembangan yang lebih pesat,” tandasnya.
Sementara itu, Camat Letisel Ricky Sopacua menambahkan, festival seni dan budaya yang dilaksanakan saat ini bertujuan untuk melestarikan nilai-nilai budaya pada disada negeri yang ada di kecamatan Letisel.
“Festival seni dan budaya sengaja dihidupkan untuk menjadi media filter dan wadah pelestarian nilai budaya yang ada di Maluku khususnya Kota Ambon,” ucapnya. (BN-02)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan