Editor: Redaksi
Ambon, Bedahnusantara.com: Wali kota Ambon terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas infrastruktur dan pelayanan publik melalui realisasi Program Prioritas ke-04 Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon Tahun 2025. Program ini menitikberatkan pada perbaikan jalan, penataan pasar, penanganan permukiman kumuh, serta peningkatan fasilitas umum dan pelayanan publik yang ramah disabilitas.
Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Pemkot Ambon telah melaksanakan pembangunan dan peningkatan jalan aspal di sejumlah wilayah, antara lain Rutong, Halong, Batu Tagepe, Batu Merah, Passo, Talaga Raja, Lorong Amalatu, dan Lariere. Selain itu, pembangunan jembatan jalan masuk parkiran Pasar Mardika serta jembatan lingkungan di Batu Gajah juga telah direalisasikan.
Pemeliharaan berkala ruas jalan turut dilakukan di kawasan Hative Kecil, Karpan, Tawiri, Passo, dan Philip Latumahina. Untuk mendukung keselamatan dan kenyamanan warga, pengadaan serta pemasangan lampu jalan lingkungan dilaksanakan di Ahuru, Amahusu, Tawiri, dan Waiheru.
Sementara itu, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman mencatat capaian signifikan melalui perbaikan 37 unit rumah tidak layak huni, pembangunan rumah baru layak huni sebanyak 8 unit, serta pemugaran dan peremajaan kawasan permukiman kumuh di 6 lokasi. Pemkot juga merehabilitasi taman bermain anak di RTP Wainitu sebagai bagian dari penyediaan ruang publik yang aman dan inklusif.
Dalam sektor penataan pasar, pemerintah membangun Papalele Square, merehabilitasi Pasar Arumbae, serta Pasar Gedung Putih guna menciptakan pusat aktivitas ekonomi yang lebih tertata dan nyaman bagi pedagang maupun pengunjung.
Dari sisi perencanaan, Bappeda Litbang Kota Ambon melakukan kajian pasar tradisional sebagai dasar pengembangan kebijakan penataan pasar yang berkelanjutan dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Dengan capaian ini, Pemkot Ambon menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembangunan yang merata, berkeadilan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, sekaligus memperkuat wajah Kota Ambon sebagai kota yang inklusif dan berdaya saing. (BN Grace)





