Perkuat Puskesmas BLUD di Ambon, Dinkes Fokus Tingkatkan Kemandirian Pengelolaan Keuangan

IMG 2845
Screenshot

Editor: Redaksi

Ambon, Bedahnusantara.com: Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon terus memperkuat implementasi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pada seluruh puskesmas sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Penguatan tersebut difokuskan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), khususnya dalam pengelolaan administrasi dan keuangan, agar setiap puskesmas mampu menjalankan sistem BLUD secara profesional, transparan, dan mandiri.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, dr. Johan Stefanus Norimarna, mengatakan penguatan kapasitas pengelolaan BLUD terus dilakukan melalui sosialisasi, bimbingan teknis, dan pendampingan kepada seluruh tenaga kesehatan di puskesmas. Hal itu disampaikannya saat diwawancarai di Kantor Balai Kota Ambon, Jumat (17/7/2026).

Menurut Norimarna, penerapan BLUD bukan sekadar perubahan status kelembagaan, tetapi juga merupakan transformasi dalam tata kelola pelayanan kesehatan yang memberikan ruang lebih luas bagi puskesmas untuk mengelola keuangan secara mandiri dan fleksibel sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia menjelaskan, sebelum diterapkan secara menyeluruh, sistem BLUD lebih dahulu diimplementasikan di Puskesmas Hutumuri dan Klinik Mata Kota Ambon yang telah menjalankannya selama kurang lebih dua tahun. Berbekal pengalaman tersebut, Pemerintah Kota Ambon kemudian meluncurkan sebanyak 21 puskesmas sebagai BLUD pada Oktober 2025.

“Dengan status BLUD, puskesmas memiliki keleluasaan dalam mengelola keuangan, melakukan pengadaan kebutuhan pelayanan kesehatan secara lebih cepat, serta membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Meski demikian, Norimarna mengakui tantangan terbesar saat ini masih berada pada aspek sumber daya manusia. Sebagian besar pegawai puskesmas merupakan tenaga kesehatan seperti dokter, perawat, bidan, tenaga gizi, maupun tenaga kesehatan lainnya yang selama ini lebih berfokus pada pelayanan medis. Sementara itu, tenaga yang memiliki kompetensi di bidang administrasi, akuntansi, dan pengelolaan keuangan masih terbatas.

Karena itu, Dinas Kesehatan Kota Ambon terus memberikan pendampingan secara intensif agar seluruh tenaga di puskesmas mampu memahami mekanisme pengelolaan BLUD, mulai dari penyusunan perencanaan anggaran, pelaksanaan kegiatan, hingga penyusunan laporan keuangan yang akuntabel.

“Kami terus melakukan sosialisasi dan pendampingan karena sebagian besar SDM di puskesmas adalah tenaga kesehatan. Mereka belum terbiasa mengelola administrasi dan keuangan BLUD, sehingga perlu diberikan pemahaman secara bertahap agar mampu menjalankan sistem ini dengan baik,” jelas Norimarna.

Ia menilai proses adaptasi tersebut merupakan hal yang wajar dalam penerapan sistem baru. Namun, seiring bertambahnya pengalaman dan peningkatan kapasitas aparatur, kemampuan pengelolaan keuangan di masing-masing puskesmas diyakini akan semakin baik sehingga berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.

Lebih lanjut, Norimarna mengatakan status BLUD memberikan peluang bagi setiap puskesmas untuk lebih inovatif dalam mengembangkan layanan sesuai kebutuhan masyarakat. Dengan kewenangan mengelola anggaran secara lebih fleksibel, puskesmas dapat merencanakan pengadaan alat kesehatan, bahan medis habis pakai, hingga membuka layanan pemeriksaan baru tanpa harus melalui proses birokrasi yang panjang.

“Yang terpenting adalah puskesmas memiliki kemampuan mengelola anggaran secara baik. Dengan begitu mereka bisa mengembangkan pelayanan, menjalin kerja sama, melakukan pengadaan sendiri, hingga menghadirkan layanan-layanan baru yang dibutuhkan masyarakat tanpa harus selalu bergantung pada mekanisme yang panjang,” katanya.

Ia berharap seluruh puskesmas di Kota Ambon mampu memanfaatkan status BLUD secara optimal untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat. Dengan tata kelola keuangan yang semakin profesional, transparan, dan akuntabel, puskesmas diharapkan menjadi fasilitas pelayanan kesehatan yang lebih cepat, responsif, efisien, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

Pemkot Ambon pun optimistis implementasi BLUD di 21 puskesmas akan menjadi langkah strategis dalam memperkuat sistem pelayanan kesehatan daerah. Melalui pengelolaan yang mandiri dan profesional, puskesmas diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas layanan, tetapi juga mampu menciptakan inovasi pelayanan kesehatan yang berorientasi pada kepuasan dan keselamatan masyarakat. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan