![]() |
| Wagub Susah Hubungi Tiga Bupati |
Ambon, Bedah Nusantara.com: Wakil Gubernur Maluku Eti Sahuburua, mengaku dirinya susah untuk berkomunikasi dengan Bupati serta SKPD yang berada di tiga daerah terluar, yaitu Kabupaten MBD, MTB, dan Kepulauan Aru.
“Alat komunikasi yang berada di tiga daerah tersebut masih kurang, mala kita mau berkomunikasi dengan Bupati, kita musti cari daerah-daerah tertentu yang bisa dijangkau oleh HP,”ungkap Sahuburua kepada wartawan di kantor Gubernur Maluku, Selasa (14/4).
Melihat hal ini, dirinya selalu berkomunikasi dengan Kepala Dinas komunikasi dan informatika untuk selalu memperjuangkan hal ini di Pemerintah Pusat, karena jika mengandalkan APBD maka hal tersebut tidak mencukupi.
“APBD kita hanya 2,3 trilyun, 1,5 T adalah bantuan pempus, sedangkan 800 milyar adalah PAD.
Karena selama ini, bantuan yang diberikan oleh pemerintah pusat didasarkan pada luas wilayah daratan yang hanya 7,2 persen, dan sisanya luas lautan.
Oleh sebab itu, dalam pertemuan dengan komisi X DPR-RI, saya katakan jika anggaran yang ada saat ini tetap begitu, maka Maluku akan tetap tertinggal, kita tidak maju,”ucapnya.
Menurutnya, pemerintah seharusnya melihat hal ini serius, karena maluku dan wilayah lainnya yang ada di Indonesia Timur sangat penting, karena potensi perikanan yang ada di Indonesia Timur sangat besar.
Dijelaskan, produksi ikan nasional ratarata mencapai 8-10 juta ton per-tahun. Untuk Maluku sendiri menghasilkan 1,6 juta ton per tahun.
Tapi yang dikembalikan dalam kualisi kontrol atau uji mutu sangat kecil.
Hal tersebut disbebakan Karena kapal-kapal yang uji mutu hanya pada 12 mil, sedangkan kapal-kapal besar diatas 12 mil tidak pernah melakukan uji mutu kepada kita.
Dimana kapal-kapal tersebut langsung melakukan eksport, dan hal tersebut sangat merugikan kita di Maluku.
“Olehnya itu, kebijakan pempus lewat kementrian perikanan kita sambut dengan baik, karena dengan kebijakan tersebut mudah-mudahan Maluku akan lebih baik lagi,”tututurnya.
Ada 369 sekolah, 28.162 siswa, diantara 53 sekolah yang dilaksanakan di kota Ambon. Di363 sekolah secara keseluruhan di Maluku.
Sampai sekarang dengan kemarin.
Saya dilaporkan oleh Kepala Dinas semuanya berjalan dengan baik, tidak terjadi kekurangan apapun.
“Kita doakan agar tidak terjadi segala sesuatu. Saya kira selama ini di Maluku tidak ada sesuatu.(BN-03)
