Ambon, Bedahnusantara.com: Pandemi Covid-19 di Maluku dan Kota Ambon belumlah menunjukan tren penurunan hingga hari ini. Akan tetapi hal tersebut tidaklah menjadi penghalang bagi dunia pendidikan di Kota Ambon, terkhusus SD Negeri 2 Hative Besar.
![]() |
| Tetap Jalankan Protokol Kesehatan, SD Negeri 2 Hative Besar Laksanakan Pengumuman Kelulusan Siswa |
Dengan tetap menjalankan protokol kesehatan, pihak SD Negeri 2 Hative Besar melaksanakan pengumuman kelulusan bagi siswa-siswinya yang telah dinyatakan lulus pada tahun ajaran 2019-2020.
” Proses pengumuman kelulusan itu berjalan aman, karena kami mengikuti dan menjalankan protokol kesehatan. Sebelum dilaksanakan pertemuan pengumuman kelulusan, kami pihak sekolah telah melakukan penyemprotan desinfektan di dalam ruangan pertemuan sebanyak 3 kali sejak kemarin sore, tadi pagi, siang ini sebelum kegiatan pengumuman dilakukan,” Demikian diungkapkan Kepala Sekolah SD Negeri 2 Hative Besar Ny.E.Pattiasina,S.Pd kepada Bedahnusantara.com Selasa (9/6).
Dikatakan olehnya, disekolah kami menyiapkan semua fasilitas pengamanan untuk kesehatan, seperti masker, pendeteksi suhu tubuh, tempat mencuci tangan lengkap dengan sabunnya juga tisu. agar semua proses pertemuan dapat berjalan dengan baik serta tetap berpadanan kepada protokol kesehatan.
Menurutnya, kegiatan pertemuan pengumuman kelulusan ini sendiri adalah kesepakatan dari semua orang tua murid yang anaknya berada pada kelas VI.
” kami sebelumnya telah melakukan pembuatan Whatsapp Grup untuk kelas VI dengan tujuan agar pengumuman kelulusannya dapat disampaikan lewat aplikasi, selain itu kami juga sudah mencoba membuat pengumuman lewat aplikasi zoom. Akan tetapi hal tersebut tidak dapat diterima oleh semua orang tua murid, hal ini disebabkan karena tidak semua orang tua murid punya HP androit serta kebanyakan dari mereka tidak tertalu paham IT. Akhirnya kegiatan inilah yang disepakati oleh orang tua murid,” Terang Pattiasina.
Untuk diketahui, tambahnya, sebelum kegiatan pertemuan dilakukan, kami memintakan setiap orang tua untuk mencuci tangan terlebih dahulu, setelah itu kami melakukan pengecekan suhu tubuh kepada orang tua murid, kemudian barulah kami mengijinkan mereka masuk kedalam ruangan yang sudah diatur dengan sistem protokol social distancing (jaga jarak), bahkan dua ruangan kelas kami gabungkan menjadi satu ruang pertemuan, dengan hanya boleh diisi oleh 10 orang tua murid.
” kami melakukan semua tahapan dengan baik dan ketat agar semua orang merasa aman dan juga tetap berada pada protap kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah, selain itu kami juga membagi tahapan pertemuan menjadi tiga babak dengan setiap babak hanya boleh dihadiri oleh 10 orang tua murid, dan setelah selesai barulah dilanjutkan dengan 10 orang tua murid lainnya,” tuturnya.
Bahkan lanjut Pattiasina, untuk orang tua murid yang tidak dapat hadir, maka kami akan melakukan pengantaran hasil pengumuman kelulusan kerumah mereka oleh wali kelas dengan tetap memberlakukan protokol kesehatan.
Terkait masalah kelulusan, Pattiasina mengatakan, kami sudah diatur oleh kementerian pendidikan lewat dinas. Bahwa seluruh siswa dinyatakan lulus seratus persen dengan sistem penilaian yang tidak hanya berpatokan kepada hasil KKM akan tetapi dari hasil raport kelas IV smester I dan II, raport kelas V semester I dan II, ditambah dengan raport kelas VI smester I.
Tidak hanya itu kata terangnya, demi menunjang penilaian hasil kelulusan, kami lewat managemen pihak sekolah kemudian melakukan penggandaan materi soal ujian sekolah, yang diantarkan kerumah para siswa kelas VI, untuk dikerjakan dengan pengawasan ketat orang tua murid.
” Hal ini kami lakukan, disebabkan bahan ujian tersebut telah digandakan sejak lama sebelum pandemi Covid-19, sehingga demi tetap menjaga kualitas mutu penilaian para siswa hal tersebut kami jalankan, dengan tetap menjalankan protokol kesehatan. Yang mana dari hasil Ujian sekolah itu, kemudian kami tambahkan dengan hasil penilaian laporan pendidikan yang selanjutnya dibagikan empat, maka didapati nilai akhir untuk kelulusan setiap siswa kelas VI,” Tutupnya. (BN-07)






