Terkendala Armada, Pemkot Ambon Kesulitan Atasi Masalah Sampah

InShot 20221231 115154387

Ambon,Bedahnusantara.com-Minimnya Armada sampah di Kota Ambon menyebabkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon kesulitan dalam mengatasi masalah sampah.

Akui Penjabat Wali Kota Ambon Bodewin M Wattimena kepada insan pers saat melakukan jumpa pers bersama Pemkot Ambon, Jumat (30/12/2022).

Dia mengatakan, Armada sampai yang dimiliki Pemkot Ambon sebanyak 23 yang melakukan aktivitas pengangkutan sampah masyarakat dengan volume sampah sebanyak 250 ton per hari.

“Armada sampah yang kita miliki sangat minim untuk mengangkut 230 ton sampah per hari,” katanya.

Menurut dia, manajemen pengelolaan sampah di Kota Ambon sangat baik, meskipun telah didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai.

Namun, perlu diketahui bahwa, kondisi sampah di Kota Ambon hari ini cukup sulit untuk diatasi.

“Kami masih kekurangan armada pengangkut sampah, karena itu teman-teman kalau lihat dalam kota Ambon sampah tidak terlalu nampak tapi pada wilayah-wilayah pinggiran itu tumpukan sampah sangat banyak dan menunjukkan kami kesulitan untuk mengatasi masalah sampah ini,” paparnya.

Untuk mengatasi masalah sampah Pemkot Ambon telah melakukan kerjasama dengan PT Milion Limbah Ambon untuk mengelola sampah plastik.

Selain itu lanjut dia, kerjasama dengan pihak Belanda, Clean City Blue Ocean (CCBO) dan United Stated Agency For Internasional Development (USAID) untuk mengatasi masalah sampah di Kota Ambon.

“Banyak kerjasama yang telah dilakukan oleh Pemkot Ambon bersama dengan pihak-pihak terkait untuk mengatasi masalah sampah di Kota Ambon,” ujarnya

Dia juga meminta, partisipasi masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.

“Partisipasi masyarakat juga sangat penting terhadap waktu membuang sampah agar sampah tidak berserakan di Kota Ambon,” ungkapnya.

Untuk kedepan pengelolaan sampah akan serahkan kepada desa, negeri dan kelurahan agar, mereka dapat melakukan pengawasan.

“Kita lakukan agar memperkecil pengawasan bagi ke seluruh desa, negeri dan kelurahan disertai dengan anggaran dan armada sampah, agar lurah, raja dan kades berperan untuk kebersihan di lingkungan masing-masing,” terangnya. ( BN-02)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan