![]() |
| SMK Negeri 7 Ambon |
Ambon, Bedah Nusantara.com: Penerimaan siswa baru pada tingkat SMK di Kota Ambon Tak Gunakan sistem rayonisasi.
Hal ini diungkapkan kepala sekolah SMKN 7 Ambon, Saiful kepada wartawan di ruang kerjanya Senin (12/6).
Menurut dia, SMK merupakan sekolah kejuruan dengan banyak jurusan dan program studi yang sama, karena itu pihaknya tidak menggunakan sistem rayonisasi dalam penerimaan siswa baru. “Kalau SMK tidak gunakan sistem rayon, karena banyak sekolah kejuruan yang memiliki program studi yang jurusan yang sama, sehingga para siswa baru yang ingin masuk pada SMK hanya memilih sesuai dengan keinginannya, bukan karena sistem rayon yang telah diatur,” jelasnya.
Meskipun tidak menggunakan sistem rayonisasi, namun sekolah mengambil langkah untuk melakukan pembatasan terhadap siswa yang masuk ke sekolah, karena setiap siswa harus menyesuaikan diri dengan kondisi sekolah yang ada.
“Sekolah sering melakukan kebijakan untuk membatasi jumlah siswa yang masuk ada sekolah, karena tidak adanya rayonisasi, tetapi sekolah juga harus menerima siswa sesuai dengan situasi dan kondisi sekolah, baik ruangan kelas, sarana dan prasarana penunjang di sekolah, jika itu tdak cukup, sudah tentu sekolah tidak dapat menerima siswa yang banyak, karena nantinya akan merepotkan sekolah sendiri,” bebernya.
Dia mengaku, SMK dapat bekerja dengan maksimal, sehingga dapat meningkatkan animo siswa. “Kita terus berupaya meningkatkan animo, agar minat masuk SMK mengalami peningakatan, karena itu animo masuk SMK dari tahun ke tahun mengalami peningkatan,” terangnya.
Dia menambahkan, SMK terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat maupun lingkungan sekolah, agar minat siswa masuk SMK mengalami peningkatan.
“Saat ini banyak siswa lulusan SMP yang memilih masuk SMK, hal ini karena kemudahan bahkan, banyak pilihan yang dimiliki SMK selain lapangan kerja usai lulus nanti,” tandasnya (BN-O2)
