Dinas Kesehatan Kota Ambon Tingkatkan Kewaspadaan Hantavirus, Puskesmas Diminta Siaga

IMG 9597 scaled

Editor: Redaksi

Ambon, Bedahnusantara.com: Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, dr. Johan Stefanus Norimarna, memastikan seluruh puskesmas di wilayah Kota Ambon telah diminta siaga dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran hantavirus yang belakangan mulai menjadi perhatian di Indonesia.

Hal itu disampaikan dr. Johan Stefanus Norimarna saat diwawancarai di Aula Kantor Balai Kota Ambon, Selasa (19/5/2026). Menurutnya, hingga saat ini hantavirus belum menjadi pandemi seperti COVID-19, namun langkah antisipasi tetap dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah provinsi serta penerbitan surat edaran kewaspadaan kepada fasilitas kesehatan.

“Memang hantavirus ini sudah cukup booming dibicarakan, tetapi di Indonesia belum menjadi pandemi seperti COVID-19. Jadi yang paling penting saat ini adalah kewaspadaan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, hantavirus berbeda dengan COVID-19 karena tidak menular melalui kontak langsung antar manusia seperti berjabat tangan atau berdekatan. Virus tersebut diketahui berasal dari tikus, terutama melalui kotoran, urine, maupun partikel yang terhirup manusia.

“Virus ini berasal dari tikus. Penularannya bisa dari kotoran atau air kencing tikus yang terhirup. Jadi sebenarnya inti pencegahannya adalah PHBS, perilaku hidup bersih dan sehat, serta menjaga lingkungan tetap bersih,” katanya.

Menurutnya, seluruh puskesmas di Kota Ambon telah mendapat arahan untuk melakukan pemantauan serta koordinasi cepat dengan Dinas Kesehatan Provinsi Maluku apabila ditemukan kasus dengan gejala mengarah pada hantavirus.

Ia menambahkan, gejala hantavirus secara umum mirip dengan penyakit lainnya, namun virus tersebut lebih banyak menyerang organ ginjal dan hati sehingga perlu diwaspadai sejak dini.

“Kalau ada gejala yang mengarah, segera koordinasi dengan provinsi untuk langkah penanganannya. Semua puskesmas sudah siap dan sudah diberikan anjuran kewaspadaan,” jelasnya.

Dinas Kesehatan Kota Ambon juga mengimbau masyarakat agar tidak panik, namun tetap meningkatkan kebersihan lingkungan dan menghindari kontak dengan tikus maupun kotorannya.

“Yang penting masyarakat tetap waspada, menjaga kebersihan lingkungan, dan menerapkan pola hidup sehat. Kita berharap virus ini tidak sampai masuk dan menyebar di Maluku,” tutup dr. Johan Stefanus Norimarna. (BN Grace) 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan