Sekot Ambon Tekankan Prinsip Protokol Kesehatan Guna Menjamin Keberlangsungan Ekonomi dan Dunia Usaha

Ambon, Bedahnusantara.com: Aspek ekonomi menjadi wilayah yang paling terdampak dari Covid-19 ini. Sejumlah pekerja dan buruh akhirnya harus mengalami tindakan (dirumahkan) oleh pihak perusahan dan tempat mereka bekerja.

InShot 20201126 150359238


Dampak Pendemi tersebut tidak hanya menimpa Indonesia secara Nasional, akan tetapi juga menimpa Kota Ambon secara specifik, olehnya demi memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19. Pemerintah Kota Ambon bahkan telah dengan serius memberlakukan penerapan Protokoler Kesehatan dan Kebiasaan 3M (Pakai Masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak dimana saja) Masyarakat Kota Ambon beraktifitas, dan menghindari kerumunan.


Mengapa penerapan prtokoler kesehatan dan ketaatan menjalankan 3M menjadi penting? “sebab itu adalah cara dan solusi yang terbaik hingga saat ini untuk mengatasi dan menghadapi pandemi Covid-19” Demikian kutipan pesan Ketua Dewan Pembina dari Dewan Pengupahan Kota Ambon, Yang juga Sekretaris Kota Ambon, A.G. Latuheru dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten II Kota Ambon, Robby Silooy saat membuka rapat Penetapan UMK Kota Ambon di Hotel Golden Palace, Soya Kecil, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon pada Kamis (26/11/2020).


Menurut Sekot, Pandemi Covid-19 telah mengubah tatanan ekonomi yang ada dikota Ambon, sehingga banyak sekali terjadi langkah (kebijakan) dari para pengusaha/Perusahan untuk merumahkan para pekerjanya yang diakibatkan oleh semakin menurunya omset pendapatan, dan dampak dari pemberlakuan PSBB.


” Oleh sebab itu, langkah terbaik untuk mengembalikan kondisi ekonomi kepada kondisi yang lebih baik lagi, diperlukan dukungan semua pihak baik pengusaha (perusahan), serikat buruh, serikat pekerja, juga pemerintah untuk sama-sama bersinegri dan taat untuk menjalankan protokoler kesehatan dengan Pakai Masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak dimana saja) Masyarakat Kota Ambon beraktifitas, dan menghindari kerumunan. Karena jika hal itu dijalankan dengan baik dan konsisten, maka tidak tertutup kemungkinan Kota Ambon akan bisa masuk (berada) pada zona Hijau yang kemudian memberikan ruang dan kesempatan untuk masyarakat dapat beraktifitas secara ekonomi kembali,” Tegas Sekot mengakhiri sambutan singkatnya (BN-03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan