Sekjen Kemenag RI Buka Sidang Ke-38 Sinode GPM

Ambon,Bedahnusantara.com:Sekertaris Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia Nizar Ali membuka secara resmi Sidang ke-38 Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) yang dipusatkan pada Gedung Gereja Maranatha, Minggu (07/02).

InShot 20210208 100936268


Dalam Sambutan Sekjen mengatakan, Sidang Ke-38 Sinode GPM akan melahirkan keputusan- keputusan yang strategis untuk dijadikan pedoman di Provinsi Maluku.


“Dengan adanya Sidang Ke-38 Sinode GPM, akan melahirkan ketua dan anggota Majelis Pelaksana Harian Sinode GPM yang berkualitas serta berdedikasi tinggi,” ujarnya.

IMG 20210207 WA0049


Dia juga menjelaskan, Provinsi Maluku merupakan provinsi yang terkenal dengan keindahan alam dan hasil  bumi.

IMG 20210207 WA0006


Selain itu lanjut dia, Provinsi Maluku dikenal dengan toleransi beragama yang tinggi, dimana masyarakat hidup dalam rukun dan damai, saling menghargai dan menghormati satu dengan lainnya. 


“Kerukunan umat beragama merupakan pilar kerukunan nasional yang dinamis harus terus dipelihara dari waktu ke waktu. Karena itu, kerukunan umat beragama merupakan keadaan hubungan sesama umat beragama yang dilandasi toleransi, saling pengertian, saling menghormati, menghargai kesetaraan dalam pengamalan ajaran agamanya dan kerjasama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” paparnya.


Menurutnya, Kearifan lokal seperti pela gandong, ain ni ain, hidop orang basudara, potong di kuku rasa di daging, ale rasa beta rasa, sagu salempeng dipatah dua, yang diyakini sebagai perekat sosial dan kerap menjadi acuan dalam menata hubungan dan kerukunan antar sesama umat beragama di Maluku.


Kendati demikian, kata Nizar Ali, masih banyak yang belum menyadari sesungguhnya bahwa Kearifan local dapat dijadikan komponen penting terutama untuk mewujudkan kerukunan.


Padahal sebut Nizar, kearifan lokal, tradisi dan adat istiadat sangat efektif mendukung upaya menjaga kerukunan antar umat beragama.


“Nila-nilai yang terkandung dalam kearifan lokal seperti keceriaan hati, penghormatan terhadap sesama, mengorbankan ego pribadi untuk kepentingan bersama serta keterbukaan pada dialog bermusyawarah merupakan nilai-nilai dasar yang bisa menguatkan tali-tali persaudaraan antar sesama manusia,” terangnya.


Dia berharap, masyarakat Maluku terus melestarikan kearifan lokal sebagai upaya membina kerukunan antar umat beragama, sehingga Provinsi Maluku bisa menjadi satu contoh toleransi bagi provinsi-provinsi lainnya di Indonesia.


“Kearifan lokal merupakan kebiasaan lokal yang digunakan oleh masyarakat setempat untuk bertahan hidup dan beradaptasi dalam suatu lingkungan dimana kearifan lokal tersebut menyatu dengan sistem kepercayaan, norma, budaya dan diekspresikan di dalam tradisi yang diyakini dalam jangka waktu yang lama,” ungkapnya.


Ditempat yang sama, Gubernur Maluku Murad Ismail dalam sambutannya mengatakan, selama ini GPM telah berkontribusi besar melayani masyarakat lewat berbagai program pembinaan moral spiritual, perkuatan lembaga keluarga, perlindungan perempuan dan anak serta hak asasi manusia.


“GPM bukan saja berkiprah di Provinsi Maluku dan Maluku Utara, tetapi juga pada tingkat nasional, melalui keterlibatan pada persekutuan gereja-gereja di Indonesia, bahkan di tingkat global. Karena itu, saya menaruh perhatian harapan besar GPM akan terus tumbuh menjadi gereja di hati bangsa yang bersama-sama dengan semua agama membangun ketahanan nasional merajuk toleransi dan membina perdamaian serta mewujudkan kemaslahatan bersama,” katanya.


Dia berharap, tema persidangan kali ini yaitu ‘Beritakanlah tahun rahmat Tuhan telah datang dan kerjakanlah keselamatanmu’.


“Ini  akan menjadi sumber inspirasi dalam pelayanan oleh para peserta dan juga bagi para pendeta perangkat pelayan dan seluruh warga GPM,” tandasnya.


Hadir dalam pelaksanaan Sidang Ke-38 Sinode GPndiantaranya, Sekjen Kemenag RI Ali Nizar, Gubernur Maluku Murad Ismail, Wakil Gubernur Maluku Barnabas Orno, Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy, Sekertaris Kota Ambon Anthony Gustav Latuheru, Bupati Maluku Tengah Abua Tuasikal, Bupati Maluku Tenggara Barat Muhamad Taher Hanubun, Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar Petrus fatlolon,( BN-03)

banner 300600

Pos terkait

Tinggalkan Balasan