Pembangunan Rumah Ibadah Terapkan Budaya Lokal

Malukutenggara,Bedahnusantara.com:Pembangunan sarana dan prasarana rumah ibadah menerapkan budaya lokal di Maluku Tenggara.

InShot 20210208 085730796


Akui Bupati Maluku Tenggara, M. Thaher Hanubun, usai menghadiri Pembukaan Sidang ke-38 Sinode GPM di Gereja Maranatha, Minggu, (07/02).


Dia mengakui, sejak zaman dahulu budaya lokal telah ada dan bertumbuh dalam kehidupan masyarakat Maluku Tenggara. 


“Pada zaman dahulu apabila, kita melakukan pembangunan gedung gereja, bukan dilakukan oleh umat kristen namun, umat Islam bersama melakukan pembangunan tersebut. Begitupun dengan pembangunan masjid,” ujarnya.


Dalam pembangunan rumah ibadah pihaknya tidak membutuhkan sumbangan masyarakat, karena masyarakat penuh dengan keterbatasan, sehingga dianggarkan dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) meskipun, ada sumbangan lainnya.


“Untuk Maluku tenggara, menurutnya, tidak ada lagi sumbangan sebesar 50 juta, tetapi sudah dianggarkan oleh pemerintah kabupaten,” paparnya.


Dia menjelaskan, hidup masyarakat Maluku Tenggara bertumpu pada 3 tungku yaitu Adat, Pemerintah dan Agama


Menurutnya, 3 tungku ini apabila disatukan untuk mengurus masyarakat akan mempermudah pembangunan di Malra.


Karena itu, lanjut dia, setiap tahun pasti ada pembangunan gereja maupun mesjid yang dilakukan di Maluku Tenggara.


“Saya berharap kepada ketua Sinode yang baru dapat melakukan kunjungan ke Maluku Tenggara untuk melihat pembangunan rumah ibadah disana,” tandasnya.


Terkait dengan kearifan lokal di Maluku Tenggara sudah ada sebelum adanya agama di Maluku Tenggara


“Saya tidak tahu dengan di Lease, Tetapi untuk Maluku Tenggara sebelum datang agama kita bersaudara betul-betul satu darah, ale rasa beta rasa,itu terjadi disana,” ucapnya.( BN-03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan