![]() |
| Fahmi Salatalohy Pada SDN 50 Ambon |
Ambon, Bedahnusantara.com: Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon Fahmy Salatalohy mengatakan, untuk empat kecamatan di Kota Ambon ada empat sekolah yang dijadikan induk klaster untuk pelatihan K13 diantaranya, SD Impres 50 Ambon Kecamatan Sirimau, SDN 38 Ambon Kecamatan Nusaniwe, SDN 2 Hative Besar Kecamatan Baguala dan SDN 4 Lateri untuk Kecamatan Letisel dan letisel dan Teluk Ambon.
“Jadi ada beberapa sekokah yang digabungkan dalam masing-masing induk klaster untuk memperoleh pelatihan K13,” ungkapnya disela-sela pelatihan yang berlangsung di SD Impres 50 Ambon, Senin (23/7).
Dia mengakui, pelatihan K13 telah dilaksanakan secara bertahap kepada sekolah-sekolah di Kota Ambon, agar semua sekolah tidak menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
“Saya pastikan tahun 2018 semua sekolah di Kota Ambon telah melaksanakan K13 sesuai aturan yang diterapkan Pemerintah sesuai Peraturan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) nomor 160 tahun 2015,” ungkapnya.
Dia meminta, semua kepala sekolah dan guru untuk berpartisipasi mengimplementasikan K13 bagi siswa di sekolah.
“Kepsek harus partisipasi agar, semua guru dapat implementasikan K13 kepada semua siswa di sekolah,”terangnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kurikulum Dany Leatemia menambahkan, pelatihan yang dilakukan saat ini dirasakan dapat bermanfaat pada setiap gugus dalam menyatukan persepsi untuk mengembangkan K13.
“Pelatihan K13 kepada induk klaster, dimana proses pelaksanaan K13 berpusat pada masing-masing gugus karena, proses pelaksanaan pembinaan menggunakan gugus untuk menyatukan persepsi dari para pelaksana dunia pendidikan,”jelasnya.
Dia mengakui, kepala sekolah harus memahami tentang K13 agar, dapat menerapkan kepada siswa apabila guru mengalami masalah.
“Kita lakukan pelatihan kepada kepsek dan siswa agar, ada pemahaman sehingga, saat guru sakit kepsek berhak mengisi jam meghara guru,” ungkapnya. (BN-O2)






