Sampaikan Permintaan Maaf, Rektor UKIM Datangi Warga Waihaong dan Supir Angkot Lin III

Ambon,Bedahnusantaara.com: Masyarakat Waihaong Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon, dan juga para pengemudi angkot jurusan Lin III, menyatakan kekecewan dan keresahan meraka disebabkan beredarnya informasi terkait penyebaran Covid-19. 

yafet
Sampaikan Permintaan Maaf, Rektor UKIM Datangi Warga Waihaong dan Supir Angkot Lin III



Yang mana didalam menyikapi informasi tersebut, diduga terdapat sebuah himbauan resmi dari Rektor UKIM Ambon kepada masyarakat kampus yang dinilai menyudutkan masyarakat Waihaong, dan juga para pengemudi angot jurusan Lin III. 

Mereka kemudian mengecam edaran yang mengatasnamakan Rektor UKIM Jafet Damamin. Bagi sebagian warga Waihaong, pernyataan itu telah merugikan masyarakat secara sosial maupun phisikologi. 

Sementara itu, Rektor Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) Jafet Damamain yang di dampingi oleh Danramil Nusaniwe dan Kapolsek Nusaniwe, kemudian melakukan proses silaturahmi dan meminta maaf secara lamgsung kepada masyarakat Waihaong dan serta para sopir angkot jurusan Lin III.

Damamain dalam klarifikasinya, menyatakan meminta maaf kepada seluruh warga Waihaong dan para sopir angkot lin III walaupun sudah menyampaikan permintaan maaf secara langsung kemarin melalui via whatsapp.

Hari ini dirinya memenuhi tuntutan warga meminta untuk melakukan langsung tatap muka dengan warga waihaong dan hari ini dirinya langsung secara tatap muka meminta maaf.

“Sekali lagi saya permintaan maaf dari lubuk hati yang paling dalam , karena warga telah terganggu dengan pemberitaan tersebut,”Kata Jafet Damamain kepada wartawan di Kantor Rektor UKIM, Kamis (30/4/2020).

Damamain menjelaskan himbauannya bagi warga kampus untuk tidak menggunakan mobil lin 3, hanyalah sebuah bentuk antisipasi dari adanya kekhawatiran yang berlebihan karena, sesungguhnya pemerintah sudah mengatur bahwa jika masyarakat mau menggunakan angkutan umum masih bisa dan aman yang penting tetap jaga jarak dan menggunakan masker saat keluar rumah.

“Sekali lagi saya menegaskan bahwa itu hanya kekhawatiran semata saja, saya kembali menghimbau warga kampus kalau datang ke kampus sangat aman untuk menggunakan mobil lin 3,”Jelas Damamain.

Selanjutnya, sebagai bukti bahwa apa yg sudah disampaikan tidak sesuai dengan kenyataan yang ada, bahwa warga yang berada di waihaong itu baik-baik saja. Damamain meminta maaf langsung kepada para ibu-ibu yang jualannya tidak laku karena pemberitaan tersebut, dan juga para sopir angkut Lin III/ Talake yang mengalami penurunan pendapatan.

Damamain mengatakan ia akan mengatur untuk hadir sebentar sore di waihaong, untuk berbelanja takjil dan menikmati takjil bersama, sebagai tanda permintaan maafnya dan sebagai contoh kalau apa yang dikatakan itu tidak benar.

Pada kesempatan yang sama, Sofyan Saimima selaku perwakilan warga Waihaong, ia sangat mengucapkan terima kasih kepada Rektor Ukim yang sudah mau meminta maaf langsung kepada masyarakat waihaong.

Menurut Sofyan, hari ini Rektor sudah beritikad baik dengan meminta maaf dan  sebagai warga waihaong menerima permintaan maaf dengan nada dan kesan yang sangat tulus.

“Kami juga berterima kasih dan kami sampaikan juga kepada warga waihaong dengan permintaan maaf ini, dan pak rektor punya inisiatif untuk turun ke waihaong dan berinteraksi, juga akan berbelanja takjil bersama dan kami sangat bersyukur dan berterima kasih,”Ungkapnya.

Sebagai ungkapan permintaan maaf, Rektor bersama Danramil dan Kapolsek Nusaniwe bersama staf menggunakan 4 mobil Angkut Lin III melintasi rute yang selalu dilalui angkut tersebut.(BN-04)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan