![]() |
| Rosa Alfaris Pertanyakan Proses Terhadap Pelaku Pungli |
Ambon, Bedah Nusantara.com: Rose Jeane Alfaris Kuasa Hukum korban Parktek Pungutan Liar (Pungli) oleh anggota TNI-AL, Kapten Laut (P) Wahyu Widarta mempertanyakan keseriusan Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) IX Ambon Laksamana Pertama TNI Nur Singgih Prihartono., S.E., M.Tr (Han) dalam hal penindakan tergas sang pelaku seperti yang disampaikan olehnya pada pemberitaan media-media beberapa waktu lalu.
Dikatakan Alfaris, apa yang disampaikan oleh Laksamana Pertama TNI Nur Singgih Prihartono., S.E., M.Tr (Han) mestinya dapat dibuktikan secara tegas dan jelas tanpa ada indikasi melindungi atau mencoba mengaburkan persoalan ini.
“saya cuman minta kalau komandan LANTAMAL IX Ambon, harus memproses pelaku Seperti yang disampaikan oleh beliau bila perlu Komendan harus lakukan upacara Pemecatan terhadap pelaku” ungkap Alfaris kepada media ini Sabtu (6/5).
Menurut Alfaris, selaku kuasa hukum dari korban La Djumindo dirinya akan tetap mengawal proses hukum dari perkara ini hingga selesai.
” sebagai kuasa hukum korban maka perkara ini akan tetap beta pantau dan harus sampe disidang pada Mahkamah MILITER karena untuk menentukan bersalah atau tidaknya seseorang maka harus ada putusan pengadilan, dan beta tidak mau jika pelaku kemudian hanya dihukum degan hukuman disiplin saja”. Terangnya
Dirinya juga meminta agar salah satu pengusaha yang ada dikota Ambon untuk tidak ikut campur dalam perkara ini, atau mencoba menginterfensi perkara ini.
” beta juga ingin menyampaikan adag pengusaha yang bernama Kiat, untuk jagan ikut campur dalam perkara ini, karena selama ini Kiat sering menelpon agen kapal bahkan mengancam kalau masalah ini tidak diselesaikan maka Kiat akan tarik dia punya semua kapal-kapal dari agen tersebut”. ungkap Alfaris
Sehingga, lanjut Alfaris, dirinya memintakan untuk jangan ada satupun pihak yang mencampuri atau mencoba menginterfensi proses dari perkara ini.
” Jadi sekali lagi beta mau bilang jangan ada satupun pihak yang coba-coba menginterfensi perkara ini, sebab beta sudah kirim semua surat-surat dan bukti kepada semua pihak terkait termasuk kepada Presiden, sehingga beta akan sangat serius mengawal kasus ini hingga tuntas. tegasnya
diakhir penjelasannya, Alfaris bahkan meminta kejujuran dari pihak LANTAMAL IX Ambon terkait satus Kapten Laut (P) Wahyu Widarta apakah masih dalam tahanan ataukah tidak.
” beta minta Lantamal jujur dan coba dilakukan pengecekan diLantamal apakah wahyu masih ditahan ataukah sudah dilepaskan, sehingga memperlambat proses ini”. tutupnnya (BN-08)






