Ambon, Bedahnusantara.com — Di bawah kepemimpinan Raja Negeri Rutong, Reza Maspaitella, masyarakat Negeri Rutong tengah menyiapkan lompatan besar menuju masa depan melalui proyek strategis bertajuk Rutong Heights — kawasan terpadu berbasis adat, budaya, dan inovasi teknologi yang dirancang sebagai “masyarakat berkelanjutan masa depan” (sustainable community of the future).
Raja Reza Maspaitella menjelaskan, proyek seluas 30 hektare di wilayah pegunungan Rutong ini merupakan hasil kerja sama antara BUMNEC dan investor dari Belanda. Rutong Heights akan menjadi kawasan percontohan nasional yang mengintegrasikan pendidikan, olahraga, budaya, dan teknologi ramah lingkungan.
“Rutong Heights bukan sekadar proyek pembangunan fisik, tapi simbol kebangkitan masyarakat adat. Kita ingin tunjukkan bahwa negeri adat juga bisa maju dan berinovasi tanpa meninggalkan nilai-nilai leluhur,” ujar Raja Reza Maspaitella saat di wawancarai di Rutong, Leitimur Selatan, Senin (3/11/2025)
Kawasan ini mencakup pembangunan stadion olahraga, akademi sepak bola, apartemen atlet, serta sirkuit balap sebagai pusat pembinaan generasi muda. Selain itu, akan dibangun Taman Mini Maluku Indah yang menampilkan seluruh 545 negeri adat di Maluku sebagai ruang promosi budaya, sekaligus “istana kecil” bagi para raja dari pulau-pulau lain.
Proyek ini juga akan menghadirkan Digital Park, yaitu pusat inovasi berbasis teknologi hijau dan digitalisasi adat. Di sana akan dikembangkan penelitian bioteknologi kelautan, startup maritim, serta data center berkonsep energi bersih.
Raja Reza menambahkan, desain Rutong Heights juga akan menampilkan rumah-rumah cerdas yang memadukan arsitektur tradisional Maluku dengan teknologi modern. Kawasan ini akan menjadi contoh bagaimana nilai adat dapat berpadu dengan kemajuan digital untuk menciptakan kehidupan yang berkelanjutan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa dari Rutong, Ambon, dan Maluku, kita bisa memberi inspirasi bagi Indonesia bahkan dunia. Adat bukan hal kuno, tapi fondasi kuat untuk membangun masa depan yang modern dan beradab,” tegas Raja Reza.
Raja Reza juga memastikan bahwa seluruh perencanaan dilakukan secara partisipatif dan berlandaskan tata ruang adat seluas 1.900 hektare yang sudah disiapkan, dengan pembagian peruntukan yang jelas: pesisir, hutan, pertanian, dan industri perikanan terpadu.
Dengan visi tersebut, Rutong Heights diharapkan menjadi ikon baru pembangunan adat di Indonesia — tempat di mana nilai budaya, teknologi, dan kemanusiaan berjalan beriringan menuju masa depan yang berkelanjutan. (BN Grace)





