Pusat Perbelanjaan Di Ambon Dipadati Pengunjung, Prokes Seolah Tak Berlaku

Ambon, Bedahnusantara.com: Perayaan Natal dan Liburan Tahun Baru tengah berlangsung di tengah pandemi Covid-19.

InShot 20201228 190018831


Walaupun ditengah masih maraknya penyebaran Covid-19 di Maluku dan Kota Ambon, akan tetapi menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru hampir semua pusat perbelanjaan di Kota Ambon ramai dikunjungi, bahkan aturan yang telah diterapkan pihak pusat perbelanjaan kepada setiap pengunjung untuk menjaga jarak, memakai masker dan menghindari kerumunan, tak dihiraukan.


Berdasarkan pantauan media ini pada pusat perbelajaan Ambon Plaza, MCM, dan ACC juga Pasar Mardika Ambon pada Selasa (22/12/2020) hingga Rabu (23/12/2020) terlihat ratusan pengunjung mengantri untuk berbelanja. Bahkan para pengunjung saat mengantri tidak lagi terlihat pola sosial distancing (menjaga jarak aman), bahkan ada juga yang tdak menggunakan masker.


Hal mencengangkan lainnya adalah, walaupun para pengunjung ini sebagian besar tak mengenakan masker maupun menjaga jarak pihak pusat perbelanjaan seolah tidak memperdulikan dan tetap tak melarangnya, namun setiap pengunjung hanya diwajibkan mengukur suhu tubuh.


Perwakilan salah satu pusat perbelanjaan Romier Waas ketika dimintai keteranannya mengaku, lonjakan pengunjung jelang Nataru ini mulai padat sejak H-5 atau pada 20 Desember kemarin hingga saat ini. 


Bahkan kami juga memberlakukan sistem untuk pengunjung yang ingin masuk diminta untuk mengantri menunggu pengunjung lain keluar. Akan tetapi hal tersebut tidak dihirauankan oleh para pengunjung.


“Kami sudah batasi pengunjung yang ingin masuk itu hanya 20 orang, sementara yang lain antri tunggu giliran. Kami juga sudah atur jarak dan sudah diberi teguran untuk para pengunjung yang kedapatan melanggar, akan tapi sama saja pengunjung juga tidak hiraukan apa yang kami sampaikan,” Ungkapnya kesal.


ketika ditanya mengapa pihaknya tidak menegur, atau tak ijinkan pengunjung masuk jika tak gunakan masker dan jaga jarak, Waas mengaku, pihaknya awalnya menegur, namun para pengunjung kembali balik menyerang karyawan dengan kata-kata yang kasar.


“Kita sudah tegur, tapi para pengunjung kembali balik bicara kasar ke kita,” Jelasnya.


Sementara itu, para pengunjung yang dimintai keterangannya kepada media ini mengaku, kesal dengan adanya batasan hanya 20 pengunjung yang masuk untuk berbelanja.


“Di pasar saja seng ada protokol, banyak seng pake masker apalagi jaga jarak, tapi seng papa,” tuturnya.


Namun demikian masih ada juga pengunjung yang memilih untuk tidak berbelanja karena kondisi ketidak taatan yang terjadi. Pihanya memilih tidak jadi berbelaja dikarenakan banyak pengunjung yang tidak menaati protokol kesehatan terutama kebanyakan tidak memakai masker.


“Samua seng ada yang mau jaga jarak aman, donk masuk baku soso sampe su seng bisa blok lai, samua kapala batu, seng ikut anjuran dari pemerintah, lebih bae katong pulang dari pada tertular,” ujar mereka dengan dialek Ambon.(BN-06)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan