Editor: Redaksi
Ambon, Bedahnusantara.com: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan melalui SPPG Kudamati kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, kritik kembali mencuat setelah unggahan salah satu orang tua murid di media sosial Facebook pada Senin (4/5/2026) ramai diperbincangkan masyarakat.
Unggahan tersebut menampilkan foto sajian makanan yang diberikan kepada siswa di SD Negeri 21 Ambon. Dalam waktu singkat, postingan itu mendapat berbagai tanggapan dari warganet, khususnya para orang tua siswa yang menilai menu makanan yang disajikan belum sesuai dengan ekspektasi masyarakat terhadap program Makan Bergizi Gratis.
Dalam unggahan tersebut, tampilan makanan yang diberikan kepada para siswa dinilai kurang menarik dan dianggap belum mencerminkan standar kualitas dari program yang bertujuan memenuhi kebutuhan gizi anak-anak usia sekolah. Sejumlah komentar pun bermunculan, mempertanyakan kualitas bahan makanan, proses pengolahan, hingga standar penyajian yang dilakukan pihak penyelenggara.
Pantauan Bedahnusantara.com, keluhan terhadap pelayanan SPPG Kudamati bukan kali pertama terjadi. Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah sekolah penerima manfaat program MBG juga sempat menyampaikan masukan dan komplain terkait kualitas makanan yang diterima siswa.
Salah satu keluhan yang sempat menyita perhatian publik datang dari SD Negeri 8 Ambon. Saat itu, pihak sekolah bersama orang tua murid menyoroti menu ikan yang disajikan kepada siswa karena diduga sudah menimbulkan rasa gatal saat dikonsumsi. Insiden tersebut memicu kekhawatiran serius dari para orang tua, mengingat makanan tersebut dikonsumsi langsung oleh anak-anak di lingkungan sekolah.
Peristiwa di SD Negeri 8 Ambon kala itu menjadi alarm bagi pelaksanaan program MBG di Kota Ambon. Masyarakat berharap adanya evaluasi menyeluruh terhadap kualitas bahan baku, proses penyimpanan, pengolahan, hingga distribusi makanan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Namun, kembali munculnya keluhan dari sekolah berbeda menunjukkan bahwa persoalan kualitas penyajian makanan masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi. Beberapa orang tua murid mengaku mendukung penuh program Makan Bergizi Gratis karena dinilai sangat membantu pemenuhan kebutuhan nutrisi anak-anak, namun mereka menegaskan bahwa kualitas dan keamanan makanan harus menjadi prioritas utama.
“Program ini sangat baik, tetapi jangan sampai kualitas makanan diabaikan. Anak-anak yang mengonsumsi, jadi kebersihan, kesegaran bahan, dan proses pengolahan harus benar-benar diperhatikan,” ujar salah satu orang tua siswa.
Kritik yang terus bermunculan terhadap SPPG Kudamati dinilai harus menjadi bahan evaluasi serius bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program MBG. Mulai dari pengadaan bahan baku, proses memasak, pengemasan, hingga distribusi ke sekolah harus berada dalam pengawasan ketat agar tujuan mulia program ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para siswa.
Masyarakat kini berharap pemerintah daerah, pihak sekolah, serta penyelenggara program dapat segera melakukan evaluasi menyeluruh demi memastikan setiap makanan yang diterima siswa benar-benar aman, sehat, bergizi, dan layak konsumsi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak SPPG Kudamati belum memberikan keterangan resmi terkait kembali munculnya keluhan dari para orang tua murid dan pihak sekolah di Kota Ambon. (BN Grace)





