Pohon Tumbang di TMP Kapaha Lukai Tiga Warga

644fdc9a 3468 4fc9 853b 48bab302b8e3

Editor: Redaksi

Ambon,Bedahnusantara.com: Peristiwa pohon tumbang kembali terjadi di Kota Ambon dan menimbulkan korban luka. Kali ini, insiden terjadi di kawasan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kapaha, tepatnya di wilayah Tantui Bawah, Kecamatan Sirimau, Desa Batumerah, pada Selasa malam (28/4) sekitar pukul 19.01 WIT.

Kejadian bermula saat sebuah pohon berukuran cukup besar tiba-tiba tumbang dan menimpa area di sekitar lokasi tersebut. Saat itu, aktivitas masyarakat di sekitar kawasan TMP masih berlangsung, sehingga tidak sempat menghindari insiden tersebut. Tumbangnya pohon diduga dipengaruhi oleh kondisi cuaca dan faktor usia pohon, meskipun penyebab pastinya masih dalam penelusuran pihak terkait.

Laporan pertama diterima oleh petugas bernama Robi Sitania pada pukul 19.01 WIT. Tanpa menunggu lama, laporan tersebut langsung diteruskan kepada komandan regu (platon) yang sedang bertugas untuk segera dilakukan penanganan darurat. Respons cepat pun dilakukan oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Ambon dengan langsung mengerahkan personel ke lokasi kejadian.

Akibat insiden tersebut, tiga warga menjadi korban. Dua orang mengalami luka ringan, sementara satu korban lainnya mengalami cedera serius berupa patah tulang belakang. Warga sekitar yang berada di lokasi kejadian segera memberikan pertolongan awal dan mengevakuasi para korban menggunakan kendaraan seadanya menuju fasilitas kesehatan terdekat.

Dari data yang dihimpun, satu korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Ambon, sementara dua korban lainnya dilarikan ke Rumah Sakit Siloam Ambon untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Hingga berita ini diturunkan, seluruh korban masih dalam perawatan intensif tim medis.

Dalam upaya penanganan di lapangan, Damkar Kota Ambon menurunkan enam personel dengan dukungan tiga unit kendaraan roda dua. Tim yang tiba di lokasi langsung melakukan evakuasi material pohon yang tumbang serta memastikan tidak ada potensi bahaya lanjutan bagi masyarakat sekitar. Proses evakuasi berlangsung cukup cepat meski terkendala kondisi gelap dan posisi pohon yang melintang di area tersebut.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Ambon, Alfredo J. Hehamahua, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Selasa (28/4/2026), membenarkan kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa pihaknya langsung merespons laporan warga dengan menurunkan tim ke lokasi untuk melakukan penanganan secepat mungkin.

“Begitu laporan kami terima, tim langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan evakuasi. Kami fokus pada penanganan korban serta pembersihan material pohon agar tidak membahayakan masyarakat lain,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kecepatan respons menjadi hal penting dalam setiap penanganan kejadian darurat, terutama yang berpotensi menimbulkan korban jiwa. Ia juga mengapresiasi peran aktif masyarakat yang sigap membantu proses evakuasi awal terhadap para korban.

Selain itu, Alfredo mengimbau masyarakat Kota Ambon untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu belakangan ini. Pohon-pohon besar yang sudah tua atau berada di area rawan diharapkan dapat segera dilaporkan kepada pihak berwenang untuk dilakukan pengecekan atau pemangkasan guna mencegah kejadian serupa.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama saat hujan deras disertai angin kencang. Jika melihat pohon yang berpotensi tumbang, segera laporkan agar bisa ditangani lebih awal,” tambahnya.

Hingga saat ini, situasi di lokasi TMP Kapaha telah dinyatakan aman dan terkendali setelah proses evakuasi selesai dilakukan. Aktivitas masyarakat di sekitar lokasi pun telah kembali normal, meskipun masih menyisakan kekhawatiran warga terhadap potensi kejadian serupa di kemudian hari.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi semua pihak akan pentingnya mitigasi risiko bencana di lingkungan perkotaan, khususnya yang berkaitan dengan pohon tumbang. Pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat terus bersinergi untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tangguh terhadap berbagai potensi bencana. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan