Pertamina Pastikan Stok BBM Aman

IMG 9100 scaled

Editor: Redaksi 

Ambon, Bedahnusantara.com: Pertamina Patra Niaga Regional 8 Papua Maluku memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Maluku, khususnya Kota Ambon, dalam kondisi aman meski sempat terjadi antrean panjang di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir. Antrean tersebut dipicu oleh kepanikan masyarakat yang melakukan pembelian secara berlebihan akibat isu yang beredar, terutama di media sosial.

Hal ini disampaikan oleh Humas Pertamina Patra Niaga Regional 8 Papua Maluku, Ispiani Abbas, usai mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi II DPRD Maluku yang membahas berbagai aspek terkait BBM, mulai dari penyediaan, distribusi, hingga penentuan harga. Rapat tersebut berlangsung di ruang Komisi II DPRD Maluku, Rabu (1/4/2026)

Abbas menegaskan bahwa fenomena antrean yang terjadi bukan disebabkan oleh kelangkaan stok, melainkan karena meningkatnya pembelian secara tidak wajar oleh masyarakat yang khawatir akan kehabisan BBM. Ia menyebut kondisi ini sebagai panic buying, yang dipicu oleh informasi yang belum tentu benar.

“Dua hari terakhir ini yang terjadi lebih kepada panic buying. Kemungkinan besar karena isu-isu yang beredar di media sosial sehingga masyarakat menjadi khawatir dan membeli BBM dalam jumlah lebih dari biasanya,” ujar Abbas kepada wartawan.

Ia juga memastikan bahwa hingga saat ini tidak ada kebijakan kenaikan harga BBM, baik dari pemerintah maupun dari pihak Pertamina. Menurutnya, setiap perubahan harga akan diumumkan secara resmi melalui kanal komunikasi perusahaan maupun pemerintah, sehingga masyarakat diminta tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya.

“Sampai hari ini tidak ada kenaikan harga BBM. Kalau ada perubahan, pasti kami umumkan secara resmi. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir atau terpengaruh oleh isu yang belum tentu benar,” tegasnya.

Dari sisi ketersediaan, Pertamina memastikan stok BBM di wilayah Maluku masih dalam kondisi mencukupi. Bahkan, untuk mengantisipasi lonjakan permintaan akibat kepanikan masyarakat, Pertamina mengambil langkah dengan memperpanjang jam distribusi hingga malam hari.

“Kalau stok tidak aman, tentu kami tidak mungkin menambah jam operasional distribusi sampai pukul 23.00 WIT. Ini justru menunjukkan bahwa stok tersedia dan terus kami suplai ke SPBU,” jelas Abbas.

Ia menjelaskan bahwa pasokan BBM untuk wilayah Ambon dan sekitarnya berasal dari Integrated Terminal Wayame, yang juga menjadi pusat distribusi untuk wilayah Papua dan Maluku secara keseluruhan. Berdasarkan data dari pihak terminal, stok BBM saat ini diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga sekitar 20 hari ke depan.

Namun demikian, Abbas menekankan bahwa angka tersebut tidak berarti stok akan habis dalam 20 hari, karena sistem distribusi BBM bersifat dinamis, di mana pasokan terus masuk dan disalurkan secara berkelanjutan.

“Perlu dipahami bahwa stok 20 hari itu bukan berarti setelah itu habis. Distribusi berjalan terus, ada suplai masuk dan ada penyaluran keluar. Jadi masyarakat tidak perlu panik,” terangnya.

Lebih lanjut, Abbas mengungkapkan bahwa antrean panjang di SPBU juga diperparah oleh perubahan pola konsumsi masyarakat. Jika sebelumnya masyarakat cenderung membeli BBM saat kendaraan sudah hampir kehabisan, kini banyak yang memilih mengisi lebih awal bahkan dalam jumlah kecil, namun tetap ikut mengantre.

“Kami temui di lapangan ada masyarakat yang hanya mengisi dua liter, tetapi tetap ikut antre. Ini yang membuat antrean semakin panjang dan menumpuk,” ungkapnya.

Menurutnya, perubahan perilaku ini menunjukkan adanya kekhawatiran berlebih di tengah masyarakat, yang justru berdampak pada terganggunya distribusi BBM secara merata.

“Biasanya masyarakat menunggu BBM hampir habis baru membeli, tapi sekarang masih tersisa sudah ikut antre. Ini yang menyebabkan penumpukan di SPBU,” katanya.

Menghadapi kondisi tersebut, Pertamina mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan bijak dalam menyikapi informasi yang beredar. Abbas menekankan pentingnya memperoleh informasi dari sumber resmi agar tidak terjebak dalam hoaks yang dapat memicu kepanikan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk mencari informasi dari sumber resmi dan tidak mudah terpancing oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk melakukan pembelian BBM secara wajar sesuai kebutuhan, agar distribusi dapat berjalan lancar dan merata bagi seluruh masyarakat.

“Pembelian harus sesuai kebutuhan, tidak perlu berlebihan. Ini penting agar distribusi tetap terjaga dan semua masyarakat bisa mendapatkan BBM dengan baik,” tandasnya. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan