DPRD Maluku Pastikan Stok BBM Aman, Warga Diminta Tidak Terpancing Isu

IMG 1691
Screenshot

Editor: Redaksi
Ambon, Bedahnusantara.com: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku melalui Komisi II memastikan bahwa ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Maluku saat ini dalam kondisi aman dan terkendali. Penegasan ini disampaikan langsung oleh Ketua Komisi II DPRD Maluku, Irawadi, menyusul beredarnya isu kelangkaan BBM yang sempat memicu kepanikan di tengah masyarakat.

Kepastian tersebut diperoleh setelah Komisi II DPRD Maluku menggelar rapat bersama Pertamina dan sejumlah pemangku kepentingan terkait guna membahas kondisi riil stok serta distribusi BBM di Maluku. Dari hasil pertemuan itu, dipastikan bahwa pasokan BBM untuk berbagai jenis produk masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa waktu ke depan.

“Kesimpulannya, untuk dua puluh hari ke depan dari seluruh produk, stok aman. Tidak ada kelangkaan,” ujar Irawadi menegaskan.

Meski demikian, ia tidak menampik adanya fenomena antrean panjang yang terjadi di sejumlah SPBU maupun Pertashop di berbagai wilayah. Namun menurutnya, kondisi tersebut bukan disebabkan oleh kosongnya stok BBM, melainkan dipicu oleh meningkatnya aktivitas masyarakat pasca libur panjang, serta beredarnya isu kenaikan harga BBM yang belum tentu benar.

Ia menjelaskan, momentum kembalinya aktivitas perkantoran dan sekolah setelah libur panjang menyebabkan lonjakan konsumsi BBM secara signifikan. Di sisi lain, isu yang berkembang di masyarakat turut memperparah situasi, sehingga banyak warga memilih untuk segera membeli BBM meskipun sebenarnya tidak dalam kondisi mendesak.

“Kalau kelangkaan itu berarti tidak ada BBM yang dijual. Faktanya BBM tetap tersedia. Hanya saja terjadi antrean karena hari pertama masuk kerja, anak sekolah mulai aktif kembali, ditambah isu kenaikan harga yang membuat masyarakat panik,” jelasnya.

Irawadi menilai, kepanikan tersebut berdampak pada pola konsumsi masyarakat yang menjadi tidak wajar. Ia bahkan menyebut banyak warga rela mengantre dalam waktu lama hanya untuk membeli BBM dalam jumlah kecil.

“Kadang orang antre berjam-jam hanya untuk dua liter. Ini tentu tidak rasional, tetapi itulah dampak dari kepanikan,” ujarnya.

Dari sisi distribusi, DPRD Maluku memastikan bahwa penyaluran BBM dari Terminal BBM Wayame tetap berjalan normal tanpa hambatan berarti. Bahkan, dalam beberapa hari terakhir, Pertamina mengambil langkah antisipatif dengan memperpanjang waktu distribusi hingga malam hari serta membuka layanan lebih awal guna mengurai antrean dan menjaga ketersediaan pasokan di lapangan.

“Biasanya distribusi dilakukan dari pagi hingga sore, namun kemarin diperpanjang sampai malam, bahkan dibuka lebih awal. Ini merupakan langkah cepat dari Pertamina untuk mengantisipasi lonjakan permintaan,” katanya.

Selain itu, Irawadi juga menegaskan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menemukan adanya indikasi praktik penimbunan BBM oleh oknum tertentu. Meski demikian, ia meminta agar pengawasan tetap diperketat dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk aparat kepolisian dan dinas teknis terkait, guna mencegah potensi pelanggaran di lapangan.

“Kami belum menemukan adanya penimbunan. Tetapi pengawasan harus tetap dilakukan secara bersama-sama, baik oleh Pertamina, aparat kepolisian, maupun instansi terkait lainnya,” tegasnya.

Lebih lanjut, DPRD Maluku mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya. Ia menekankan pentingnya sikap bijak dalam menyikapi informasi, agar tidak menimbulkan kepanikan yang justru memperburuk situasi.

Menurutnya, peran masyarakat sangat penting dalam menjaga stabilitas distribusi BBM dengan tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying.

“Tidak perlu panik. Stok BBM aman, distribusi berjalan normal, dan situasi tetap terkendali. Kami harap masyarakat bisa lebih tenang dan tidak mudah terpancing isu yang belum tentu benar,” pungkasnya. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan