Perkuat Mitigasi, BPBD Kota Ambon Laksanakan Kegiatan Prabencana di Sejumlah Titik Rawa
Editor: Redaksi
Ambon, Bedahnusantara.com: Dalam rangka memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Ambon (BPBD) Kota Ambon melaksanakan kegiatan prabencana dengan melakukan monitoring dan evaluasi di sejumlah titik rawan bencana di wilayah Kota Ambon.
Kegiatan tersebut difokuskan pada lokasi-lokasi yang selama ini kerap terdampak bencana, seperti kawasan rawan longsor di daerah perbukitan, wilayah bantaran sungai yang berpotensi banjir, hingga kawasan permukiman yang sering mengalami genangan akibat curah hujan tinggi. Tim BPBD turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi terkini serta mengidentifikasi potensi risiko yang dapat berkembang, terutama menjelang periode cuaca ekstrem.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Ambon, Frits Raimond M. Tatipikalawan, saat diwawancarai di Ambon, Sabtu (21/2/2026), menjelaskan bahwa kegiatan prabencana merupakan langkah strategis dalam manajemen kebencanaan yang menitikberatkan pada upaya pencegahan dan mitigasi.
“Penanganan bencana tidak hanya dilakukan saat kejadian atau setelah musibah terjadi. Justru yang paling penting adalah bagaimana kita mengawali dengan langkah-langkah mitigasi sejak dini. Monitoring dan evaluasi ini bertujuan untuk memetakan kembali potensi risiko serta memastikan kesiapan infrastruktur pendukung,” ujar Tatipikalawan.
Menurutnya, dalam kegiatan tersebut petugas melakukan pendataan ulang terhadap titik-titik rawan, mengamati kondisi fisik lingkungan, serta mengevaluasi infrastruktur seperti drainase, talud penahan tanah, hingga jalur evakuasi. Evaluasi ini penting guna mengetahui apakah masih terdapat kerusakan atau kekurangan yang perlu segera ditangani.
Selain itu, BPBD juga meninjau lokasi-lokasi yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat bencana untuk memastikan efektivitas perbaikan yang telah dilakukan. Jika ditemukan potensi kerawanan baru, tim akan segera berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.
Tatipikalawan menegaskan bahwa pendekatan prabencana menjadi prioritas BPBD dalam membangun ketangguhan daerah. Ia menilai, dengan identifikasi dini dan langkah antisipatif, risiko kerusakan maupun korban jiwa dapat diminimalkan.
“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat merasa lebih aman dan terlindungi. Upaya ini juga menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kota Ambon dalam meningkatkan kesiapsiagaan serta memperkuat koordinasi lintas sektor,” tambahnya.
Lebih lanjut, BPBD Kota Ambon juga mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan, seperti tidak membuang sampah sembarangan yang dapat menyumbat saluran air serta segera melaporkan jika menemukan tanda-tanda potensi longsor atau kerusakan infrastruktur.
Melalui monitoring rutin dan evaluasi berkelanjutan, Pemerintah Kota Ambon berharap dapat mengawali langkah sebelum terjadinya musibah. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam mewujudkan Kota Ambon yang tangguh dan responsif terhadap ancaman bencana. (BN Grace)





