Pemkot Ambon Dorong Layanan Publik Modern dan Berkelanjutan

IMG 20260204 WA0023

 

Editor: Redaksi 

Ambon, Bedahnusantara.com: Pemerintah Kota Ambon terus mempercepat transformasi layanan publik dengan memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) serta mendorong pengembangan energi terbarukan sebagai bagian dari implementasi program Ambon Smart City. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan efektivitas pelayanan, memperkuat tata kelola pemerintahan, sekaligus menjawab berbagai persoalan perkotaan secara berkelanjutan.

Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena mengatakan, Pemkot Ambon saat ini tengah melakukan uji coba penerapan CCTV berbasis AI di sejumlah titik strategis yang selama ini menjadi lokasi rawan kemacetan dan titik pembuangan sampah. Teknologi tersebut diharapkan mampu memberikan dukungan data secara real time bagi pengambilan keputusan pemerintah.

“Teknologi ini tidak hanya berfungsi sebagai alat pemantau visual, tetapi juga dilengkapi dengan video analitik, computer vision, dan machine learning. Dengan begitu, pemerintah dapat melakukan analisis otomatis terhadap pergerakan lalu lintas, parkir pintar, hingga memantau kapasitas tempat sampah dan waktu pengangkutannya,” ujar Bodewin Wattimena saat menyampaikan sambutan secara daring melalui Zoom di Ruang Villisingen, Rabu (4/2/2026).

Menurutnya, pemanfaatan AI menjadi bagian penting dari upaya Pemkot Ambon untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik yang lebih cepat, akurat, dan terintegrasi. Sistem ini juga diharapkan dapat membantu perangkat daerah dalam mengantisipasi persoalan sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

Selain transformasi digital, Pemkot Ambon juga menaruh perhatian serius pada pengembangan pengelolaan sampah berbasis energi terbarukan. Program ini diarahkan untuk mengurangi ketergantungan pada tempat pembuangan akhir (TPA) sekaligus mengubah sampah menjadi sumber daya yang memiliki nilai ekonomi.

“Pengelolaan sampah berbasis energi terbarukan tidak hanya bertujuan menekan volume sampah, tetapi juga memberikan nilai tambah melalui pemanfaatan sampah sebagai energi. Ini sejalan dengan kebijakan nasional terkait transisi energi bersih dan pembangunan berkelanjutan,” jelasnya.

Bodewin mengakui, dalam menjalankan berbagai program inovatif tersebut, Pemerintah Kota Ambon masih dihadapkan pada keterbatasan anggaran. Namun, keterbatasan tersebut tidak menjadi alasan untuk memperlambat reformasi pelayanan publik.

“Kami terus beradaptasi dengan tantangan zaman. Bagi kami, peningkatan kualitas pelayanan publik adalah sesuatu yang tidak bisa ditawar. Karena itu, teknologi informasi menjadi instrumen penting untuk memperkuat kinerja pemerintah dan memperluas partisipasi masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, Pemkot Ambon juga membuka ruang komunikasi yang luas bagi masyarakat melalui berbagai platform digital, termasuk media sosial, sebagai saluran aspirasi, kritik, dan masukan terhadap kebijakan pemerintah. Selain itu, mekanisme pertemuan langsung dengan warga tetap dipertahankan guna memastikan pemerintah hadir dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Ke depan, Pemerintah Kota Ambon berharap dukungan pemerintah pusat, khususnya dari kementerian terkait, dapat terus menguatkan langkah-langkah transformasi digital dan pengembangan energi terbarukan. Dengan sinergi tersebut, Ambon diharapkan mampu tumbuh sebagai kota cerdas yang berkelanjutan, berdaya saing, dan berorientasi pada pelayanan publik yang prima. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan