Editor: Redaksi
Ambon, Bedahnusantara.com: Elly Toisutta menunjukkan respons cepat dengan turun langsung meninjau lokasi bencana longsor di kawasan Lateri, Ambon, Rabu (29/4/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kondisi warga terdampak, sekaligus mengawal percepatan penanganan di lapangan agar tidak berlarut-larut di tengah intensitas hujan yang masih tinggi.
Di lokasi kejadian, Wawali menemukan sejumlah titik longsor yang mengakibatkan kerusakan cukup serius, termasuk patahan talut yang berpotensi memperparah kondisi jika tidak segera ditangani. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Ambon tidak akan tinggal diam dan segera mengambil langkah konkret bersama pemerintah provinsi.
“Kami sudah melihat langsung kondisi di lapangan. Ada talut yang patah dan ini harus segera diselesaikan. Dinas PU provinsi juga sudah turun, dan kami berharap kolaborasi ini bisa berjalan maksimal agar penanganan cepat dilakukan,” tegas Toisutta kepada awak media.
Selain kerusakan infrastruktur, perhatian serius juga diberikan kepada korban terdampak. Dua warga dilaporkan tertimpa pohon saat kejadian dan saat ini tengah menjalani perawatan intensif di RSUP Dr. J. Leimena. Pemerintah Kota Ambon memastikan seluruh biaya pengobatan korban ditanggung sepenuhnya.
“Korban ada dua orang yang saat ini dirawat di rumah sakit. Seluruh biaya pengobatan menjadi tanggung jawab pemerintah kota. Kami hadir untuk memastikan masyarakat tidak dibiarkan sendiri menghadapi situasi seperti ini,” ujarnya dengan nada tegas.
Tak hanya itu, longsor juga terjadi di bagian belakang rumah warga yang mengancam keselamatan lingkungan sekitar. Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah diterjunkan untuk melakukan pembersihan material longsoran sekaligus menyalurkan bantuan peralatan yang dibutuhkan warga untuk penanganan awal.
Toisutta menjelaskan bahwa kehadirannya secara langsung di lokasi merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah kepada masyarakat, terlebih di saat Wali Kota Ambon sedang menjalankan tugas di luar daerah. Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada keterlambatan dalam merespons kondisi darurat seperti ini.
“Saya berkewajiban untuk turun langsung melihat kondisi masyarakat. Apa yang menjadi kebutuhan mereka harus segera dipenuhi. Kita tidak boleh menunggu lama dalam situasi seperti ini,” katanya.
Lebih jauh, ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat menghadapi musim penghujan yang berpotensi memicu bencana serupa di berbagai titik rawan di Kota Ambon. Ia mengingatkan warga yang tinggal di bantaran sungai agar lebih disiplin menjaga kebersihan lingkungan, terutama tidak membuang sampah sembarangan yang dapat menyumbat aliran air dan memicu banjir.
Sementara itu, masyarakat yang bermukim di wilayah perbukitan dan lereng gunung diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor. Persiapan sejak dini dinilai menjadi kunci utama untuk meminimalisir risiko yang lebih besar.
“Kami imbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor untuk benar-benar waspada. Persiapkan langkah antisipasi, peralatan, dan selalu memantau kondisi lingkungan. Jangan menunggu bencana terjadi baru kita bertindak,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali menghidupkan semangat gotong royong sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana. Menurutnya, menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga kewajiban bersama seluruh warga kota.
Pemerintah Kota Ambon berharap, melalui langkah cepat yang dilakukan serta dukungan aktif masyarakat, dampak bencana akibat cuaca ekstrem dapat ditekan seminimal mungkin. Toisutta menegaskan bahwa keselamatan warga adalah prioritas utama, dan segala upaya akan terus dilakukan agar tidak ada lagi korban jiwa setiap kali musim penghujan melanda.
“Kita semua tentu berharap tidak ada lagi korban. Karena itu mari kita jaga lingkungan kita masing-masing, saling mengingatkan, dan bersama-sama menghadapi musim hujan ini dengan kesiapsiagaan yang lebih baik,” tutupnya. (BN Grace)





