![]() |
| Plt. Dishub Kota Ambon Robby Sapulette |
Ambon, Bedahnusantara.com: Pelabuhan rakyat yang bernama Enrico, telah rampung pembangunannya, dan kini pelabuhan tersebut akan segera dapat difungsikan penggunaannya.
Dipastikan dalam waktu dekat, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon melalui Dinas Perhubungan Kota Ambon akan melakukan uji coba pelabuhan rakyat enrico.
Demikian pengakuan Plt kepala Dinas Perhubungan Kota Ambon Robby Sapulette, kepada wartawan di Balai Kota Ambon, Kamis (22/2).
Menurut dia, uji coba Pelabuhan Rakyat Enrico untuk melihat sejauh mana kesiapan pelabuhan Enrico untuk menampung kapal-kapal yang ada di Kota Ambon.
“Direncanakan pekan depan kita akan uji coba Pelabuhan Rakyat Enrico kepada kapal-kapal rakyat yang berlabuh dalam teluk Ambon,”katanya.
Dia mengatakan, kapal yang akan melakukan aktivitas dalam Pelabuhan Rakyat Enrico adalah kapal dengan kapasitas 3GT hingga 7 GT .
“KIta akan lakukan rapat dengan pemilik kapal untuk melakukan tambatan di Pelabuhan Rakyat Enrico, karena dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas 1 Ambon telah menyerahkan untuk uji coba dan hasil uji coba akan disampaikan ke Jakarta dalam rangka penyerahan pelabuhan rakyat enrico kepada Pemkot Ambon,”ujarnya.
Dengan uji coba ini, terang dia, Pemkot Ambon akan melakukan operasi Pelabuhan Rakyat Enrico sebagai pelabuhan rakyat kepada semua kapal 3 GT hingga 7 GT yang ada di Teluk Ambon.
“Apabila uji coba selesai, kita akan operasikan Pelabuhan Rakyat Enrico untuk aktivitas kapal-kapal yang masuk di Teluk Ambon,” paparnya.
Dia mengakui, setiap kapal yang beraktivitas dalam Pelabuhan Rakyat Enrico akan dikenakan retribusi sebesar Rp 50 ribu dan penumpang akan dikenakan retribusi Rp 1000 per orang.
“Sesuai peraturan tiap kapal yang masuk harus bayar kepada Pemkot sebesar Rp 50 ribu untuk bongkar muat barang dan penumpang Rp 1000 per orang,” ungkapnya.
Dia menambahkan, untuk spead boat akan melakukan aktivitas pada Pelabuhan Rakyat Enrico namun, pihaknya masih harus melakukan pembangunan fasilitas pendukung diantaranya ruang tunggu dan fasilitas untuk speed boat.
“Untuk speed boat yang menjadi masalah fasilitas sehingga, kita harus bangun ruang tunggu dan fasilitas untuk speed boat,”akuinya. (BN-O2)






