Pekerjaan Saluran Drainase Kramat Jaya Yang Amburadul Di Keluhkan Masyarakat Sekitar

Got Wara 4

Ambon, Bedahnusantara.com: Saluran irigasi atau Drainase adalah salah satu bentuk pembangunan yang bertujuan memberikan dampak besar bagi masyarakat, baik itu untuk mengatasi aliran air di kala hujan, mengatasi air pembuangan masyarakat atau pemukiman, mengatasi kerusakan badan jalan oleh air hujan, dan masih banyak lagi.

Got Wara 1

Dalam proses pembangunan saluran irigasi atau drainase tentunya melewati sejumlah tahapan, termasuk dalam hal penganggaran. Tentunya proses penganggaran ini mestinya menjadi wajib untuk diketahui oleh semua pihak termasuk masyarakat, guna meminimalkan terjadinya tindak pidana korupsi dan penyalahgunaan anggaran Negara.

Walaupun acap kali program pembangunan saluran Irigasi atau Drainase ini bukanlah murni program Pemerintah, akan tetapi dapat pula berbentuk Dana Aspirasi oleh Wakil Rakyat, sebagai bentuk perhatian Wakil Rakyat kepada para Konstituennya.

Akan tetapi hal itu tidak melepaskan hak dan kewajiban dari masyarakat untuk mengetahui dari mana?, seberapa besar?, berapa lama pekerjaan?, bagai mana kualitas pekerjaan?, sejauh mana jangkauan pekerjaan itu?, serta penanggung jawab kegiatan di maksud.

Demikian di sampaikan oleh sejumlah masyarakat daerah Kramat Jaya, Gunung Nona Ambon, pada lokasi Rt.002/Rw.008, tempat lokasi salah satu perkerjaan saluran Irigasi atau Drainase kepada Media Bedahnusantara.com pada Sabtu (27/01/2024).

Menurut mereka, pekerjaan yang dilakukan ini, tidak pernah mendapat sosialisi kepada masyarakat baik oleh pihak kontraktor, maupun pihak Rt.002/008, tidak hanya itu pekerjaan yang di lakukan sudah memakan waktu lebih dari satu minggu, akan tetapi segala sesuatu terkait transparansi proyek tersebut tidak ada.

” Pekerjaan itu akang kualitas asal-asalan, bahkan volume pekerjaan, jumlah anggaran dan siapa penanggung jawab, katong seng tahu, yang paling fatal, ini donk sudah sebar isyu bahwa ini, dana PU, Dana Aspirasi, Dana Kelurahan, dan bantuan salah satu caleg dalam kampung, dan banyak lagi, sehingga katong menganggap hal ini mesti di publikasi biar Pemerintah juga tahu,” Ungkap warga masyarakat.

Got Wara 2

tidak hanya itu, lanjut mereka, dengan melihat kualitas pekerjaan, bentuk pekerjaan, hasil pekerjaan, yang sudah berlangsung selama kurang lebih dua minggu ini, kami tidak pernah melihat ada pihak pengawas pekerjaan yang meninjau hasil pekerjaan tersebut.

” sudah satu minggu lebih bagkan bisa hampir dua minggu kerja, seng pernah katong lihat pengawas pekerjaan yang datang tinjau kegiatan tersebut, hanya mengandalkan Rt.002/008, Mon Terinate buat lakukan pengawasan, hal ini bisa jadi nantinya ketika tidak ada yang lapor atau yang pantau, maka ujung-ujung donk makan akang anggaran dan dana-dana tersebut, apalagi selama ini, semua kegiatan pembangunan di Rt.002/008 tidak pernah di sosialisasikan oleh Rt tersebut, sehingga masyarakat tidak pernah tahu kegiatan pembangunan dari mana kegiatan itu,” Ungkap para Warga.

Bahkan, tambah mereka, sudah ada isyu bahwa proyek tersebut adalah berasal dari hasil lobi, salah satu caleg yang berasal dari dalam kampung ini, dan Caleg tersebut sementara maju sebagai Calon Anggota DPRD Kota Ambon, Dapil Nusaniwe.

” donk bilang itu hasil lobby anak kampung yang mau maju Caleg. bagi katong jang donk tipu-tipu masyarakat, jika itu bantuan pemerintah noh jujur saja, kalau itu aspirasi noh jujur saja, kalau itu program kelurahan tinggal jujur saja, seng usah pakai alasan bahwa itu hasil lobby anak kampung yang ada maju Caleg,” Ungkap para warga kesal.Got Wara 3

Hingga berita ini di publikasi, oleh Media Bedahnusantara.com, informasi terkait penanggung jawab kegiatan di maksud, dan penganggarannya belum juga terkonfirmasi.(BN-04)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan