Editor: Redaksi
Ambon, Bedahnusantara.com: Komitmen Pemerintah Kota Ambon dalam menjaga kebersihan dan estetika lingkungan perkotaan terus diwujudkan melalui berbagai kegiatan pemeliharaan ruang publik. Salah satu kawasan yang menjadi perhatian adalah area sekitar Gong Perdamaian Dunia yang selama ini dikenal sebagai ikon kota sekaligus lokasi yang ramai dikunjungi masyarakat untuk beraktivitas maupun berwisata.
Sebagai bagian dari upaya menjaga wajah kota tetap bersih dan tertata, Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon melakukan pembersihan menyeluruh pada pot-pot tanaman yang berada di kawasan depan Gong Perdamaian. Kegiatan tersebut meliputi pengangkutan sampah plastik yang dibuang di dalam pot tanaman serta pencabutan rumput liar atau gulma yang tumbuh di sekitar tanaman hias.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon, Apries Gazpers, saat diwawancarai di ruang kerjanya, Rabu (17/6/2026), mengatakan bahwa pemeliharaan fasilitas publik dan ruang terbuka hijau merupakan agenda rutin yang terus dilakukan oleh pemerintah daerah untuk memastikan kawasan-kawasan strategis di Kota Ambon tetap terawat dengan baik.
Menurutnya, keberadaan ruang publik yang bersih dan nyaman menjadi salah satu indikator kualitas lingkungan perkotaan. Karena itu, DLHP secara berkala menurunkan tim lapangan guna melakukan perawatan terhadap tanaman, taman kota, median jalan, hingga berbagai sarana pendukung lainnya yang tersebar di sejumlah titik.
“Kami terus berupaya menjaga kawasan-kawasan publik agar tetap bersih, hijau, dan nyaman. Gong Perdamaian merupakan salah satu ikon Kota Ambon yang sering dikunjungi masyarakat maupun wisatawan, sehingga kebersihan dan keindahannya harus terus dipelihara,” ujar Gazpers.
Ia menjelaskan, dalam pelaksanaan kegiatan tersebut petugas menemukan sejumlah sampah plastik yang dibuang ke dalam pot tanaman. Selain mengurangi nilai estetika kawasan, sampah yang menumpuk juga dapat mengganggu pertumbuhan tanaman serta menimbulkan kesan kumuh pada fasilitas yang seharusnya menjadi elemen penghijauan kota.
Selain membersihkan sampah, petugas juga melakukan pencabutan gulma yang mulai tumbuh di dalam pot tanaman. Menurut Gazpers, gulma dapat menghambat pertumbuhan tanaman utama karena menyerap unsur hara, air, dan nutrisi yang dibutuhkan tanaman hias untuk berkembang dengan baik.
“Pemeliharaan seperti ini terlihat sederhana, tetapi memiliki dampak yang besar terhadap kualitas lingkungan. Tanaman yang terawat akan memberikan nilai keindahan, menciptakan suasana yang sejuk, sekaligus mendukung upaya penghijauan di kawasan perkotaan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Gazpers menegaskan bahwa keberhasilan menjaga kebersihan kota tidak hanya bergantung pada petugas kebersihan atau pemerintah daerah semata. Dibutuhkan kesadaran dan partisipasi aktif seluruh masyarakat untuk menjaga fasilitas umum yang telah dibangun dan dirawat menggunakan anggaran pemerintah.
Menurutnya, masih ditemukan kebiasaan sebagian warga yang membuang sampah sembarangan di ruang publik, termasuk di dalam pot tanaman yang seharusnya digunakan sebagai sarana penghijauan. Kondisi tersebut menjadi tantangan yang harus diatasi melalui edukasi dan peningkatan kesadaran lingkungan secara berkelanjutan.
“Kami berharap masyarakat dapat lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Jangan membuang sampah di pot tanaman ataupun di sembarang tempat. Gunakan tempat sampah yang telah disediakan agar kebersihan dan keindahan kota dapat terus terjaga,” katanya.
DLHP Kota Ambon, lanjut Gazpers, akan terus melakukan pemantauan dan pemeliharaan rutin pada berbagai fasilitas penghijauan di pusat kota maupun kawasan permukiman. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menciptakan lingkungan yang sehat, nyaman, dan berkelanjutan bagi seluruh warga.
Di akhir keterangannya, Gazpers mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pelajar, komunitas, pelaku usaha hingga pengunjung ruang publik, untuk bersama-sama menumbuhkan budaya peduli lingkungan. Ia menilai bahwa kota yang bersih dan indah hanya dapat terwujud apabila ada kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga setiap fasilitas yang telah tersedia.
“Dengan semangat kebersamaan, mari kita jadikan Ambon sebagai kota yang bersih, hijau, dan tertata. Menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kita semua demi mewariskan kota yang nyaman bagi generasi yang akan datang,” tutupnya. (BN Grace)





