Maluku, Bedahnusantara.com: Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, Meykal Pontoh mengakui kalau Gugus Tugas Covid-19 Maluku, telah mengalami kecolongan dan sempat kaget kalau pasien ODP menurut hasil swab Positif Covid-19 dan pasien mengalami status sebagai Orang Tanpa Gelaja (OTG).
![]() |
| Pasien Asal SBB Meninggal Dengan Status Positif, Namun Pemakamannya Tanpa Protap Covid-19 |
“Pemakaman pasien tersebut tidak melalui protap Covid-19. Gugus Tugas kecolongan ataupun tidak karena almarhum DAS (35), selama ini tidak terinformasikan, karena almarhum masuk dengan gejala sakit ginjal yang sudah kronis dan tidak terlampir sebagai PDP melainkan ODP,”Kata Pontoh kepada awak media, di Lantai VI Kantor Gubernur Maluku.
Menurut Pontoh, pemakaman yang dilakukan biasa saja tidak sesuai dengan protap Covid-19, dikarenakan almarhum masuk ke RSUD Haulussy pada 22 April 2020 diperiksa RDT hasilnya Negatif dan pada 7 Mei 2020 almarhum menghembuskan nafas terakhirnya.
“sebelum meninggal pasien sempat berkonsultasi ke bagian paru karena mengalami sesak nafas, dan saat menjalani wawancara sesuai protokol Covid-19. Ia mengatakan suaminya pernah melakukan perjalanan ke Jakarta pada bulan lalu dan kembali ke Ambon,”Ungkap Pontoh.
Pontoh mengatakan pasien tersebut sempat dilakukan Swab dan hasil swabnya keluar pada 10 Mei 2020 dengan hasil Terkonfirmasi Positif Covid-19.
“Saat ini tim Gustu sudah melakukan tracking terhadap seluruh keluarga almarhum, sampai dengan tim medis yang melakukan pelayanan kepada almarhum,”Kata Pontoh.
Sementara itu, pihaknya juga akan melakukan tracking kepada seluruh masyarakat yang ikut proses pemakaman Almarhum di daerah asalnya yaitu SBB.(BN-04)






