Pasca Cuaca Ekstrim, Hehanussa Sambangi Tiga Kecamatan di SBB

 

IMG 20220913 WA0015

SBB, BedahNusantara.Com – Pasca cuaca ekstrim yang menimpa beberapa wilayah di Provinsi Maluku, khususnya Seram Bagian Barat (SBB), membuat Anggota DPRD Maluku, Hatta Hehanussa menyambangi tiga kecamatan yang masuk dalam Daerah Pemilihannya tersebut.

IMG 20220913 WA0020

Ketiga kecamatan yang disambangi Politisi asal Partai Gerindra tersebut, yakni Kecamatan Waisala, Huamual Belakang dan Seram Barat.

Kedatangan Anggota Komisi III DPRD Provinsi Maluku itu, disambut warga dengan sejumlah keluhan, pasca bencana alam yang menimpa mereka.

Di Kecamatan Huamual Belakang, Hatta Hehanussa menyambangi warga Dusun Haya, Desa Sole. Di dusun tersebut, warga mengeluhkan soal talud penahan pantai yang patah, hingga membuat abrasi yang dampaknya menimpa rumah para warga setempat.

Pasalnya, di Dusun yang berpenghuni hampi 300 kepala keluarga (KK) itu, gelombang tinggi menghantam wilayah mereka, hingga mengakibatkan Masjid dan kuburan yang berada tidak jauh dari bibir pantai itu ditutupi pasit.

“Pak tolong kita untuk talud penahan pantai ini. Sebab jika tidak maka Masjid dan kuburan yang ada, akan tertutup oleh pasir pantai,” kata salah satu warga dusun Haya, Rahma kepada Hatta Hehanussa, Sabtu (06/08/2022).

Rahma menjelaskan, talud sepanjang 100 meter itu roboh saat dihantam ombak akibat cuaca ekstrim terjadi sejak beberapa tahun lalu.

“Pasir sudah tutup kuburan dan masjid termasuk sebagian rumah warga ditepi pantai ini sejak 3 tahun lalu. Tapi tidak pernah diperhatikan,” tuturnya.

Ditambahkannya, awalnya masjid, kuburan dan rumah-rumah warga itu tinggi dari tepi pantai. Hanya saja, pasca robohnya talud tersebut membuat abrasi pantai hingga mengakibatkan pasir naik dan menutup masjid, kuburan dan pemukiman warga.

“Kasihan pak, kita takut dengan cuaca seperti ini maka kita harus mengungsi, dan tidak bisa lagi solat di masjid karena air laut masuk, ” terangnya.

Usai dari dusun Haya, Hatta Hehanussa yang kabarnya akan maju pada Pilkada SBB tahun 2024 mendatang, kemudian menyambangi warga di desa persiapan Tomi-Tomi, dan Desa Tahalupu, Kecamatan Huamual Belakang.

Warga di desa persiapan Tomi-Tomi, dan Tahalupu mengeluhkan soal tidak adanya penyedian air bersih, drainasse, hingga membuat air meluap ke pemukiman warga dan ambruknya talud pantai sepanjang 20 meter, yang berdampak pada masuknya air laut ke pemukiman warga.

“Kami butuh air bersih. Untuk minum saja kami sangat sulit. Kemudian ada sungai kecil didalam kampung yang sampai saat ini tidak ada talud dan drainasse, sehingga saat hujan seperti ini masuk kedalam kampung dan menggenangi rumah warga. Begitu juga dengan air laut, “keluh Arif warga desa Persiapan Tomi-Tomi.

Selain kedua hal itu, warga juga keluhkan soal minimnya infrastruktur pendidikan membuat terutama tingkat PAUD yang hingga kini masih menggunakan kantor desa sebagai lokasi belajar anak-anak PAUD tersebut.

“Tolong perhatikan infrastruktur pendidikan disini Pak, karena ini bagi generasi yang ada disini. Apalagi kantor negeri juga masih butuh perhatian dari pemerintah, ” kata dia.

Selain Tomi-Tomi, warga Desa Tahalupu, juga meminta perhatian Pemerintah terkait penyediaan air bersih, listrik, talud sungai hingga infrastruktur pendidikan.

“Untuk mau dapat air bersih saja kita antri, bertahun-tahun kita sangat kesulitan soal air bersih. Selain kami punya sarana pendidikan yang bahkan tidak pernah diperhatikan sama sekali,” kata Kades Tahalupu, Abdu Rahman Dokolamu.

Menurutnya, ada sejumlah sungai di dalam kampung tersebut yang taludnya sudah ambruk sehingga saat musim penghujan air dan menggenangi pemukiman warga.

“Setiap kali hujan rumah-rumah warga ini selalu terendam akibat luapan sungai karena taludnya sudah roboh, ” ujarnya.

Tidak hanya disitu, Ismail warga dusun Nania, Desa Tahalupu juga keluhkan air bersih dan listrik didusun tersebut.

“Dusun Nania itu dihuni 36 Kelapa Keluarga, yang sampai saat ini tidak pernah menikmati listrik secara baik seperti kampung lain. Kemudian air bersih, kami sangat sulit sekali untuk air minum sama mandi, ” tandasnya.

Usai mengelilingi kecamatan Huamual Belakang, mantan Wakil ketua Komisi III DPRD Provinsi Maluku itu, juga menyambangi sejumlah desa dan dusun di Kecamatan Waisala, dan Seram Barat.

Warga desa Waisala, meminta, perhatian terkait sejumlah infrastruktur yang rusak akibat bencana hujan, banjir dan longsor. (BN-04)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan