Palijama : Media Kami Hanya Membantu untuk Menyuarakan Bukan Mengambil Keuntungan

 

Ambon, Bedahnusantara.com – Masalah yang terjadi terkait pendaftaran SMP di Kota Ambon adalah website yang digunakan untuk pendaftaran, yaitu website SPMB (Sistem Penerimaan Murid Baru), sempat tidak bisa diakses. Namun, saat ini website tersebut telah kembali berfungsi normal dan dapat diakses oleh para pendaftar.

WhatsApp Image 2025 06 13 at 22.11.29 d7da17a4

Sebelum normalisasi terjadi pada website SPMB (Sistem Penerimaan Murid Baru) banyak orang tua murid yang tidak bisa mendaftar anak-anaknya ke sekolah pilihan mereka dikarenakan web yang eror.

“Sampai berita ini di naikkan oleh media Bedahnusantara.com 2 hari lalu selaku pimpinan media saya sudah mengkonfirmasi dengan wakil walikota Ambon Ibu Ely Toisuta tentang masalah website SPMB (Sistem Penerimaan Murid Baru) yang eror namun beliau sendiri tidak mengetahui masalah ini,” ungkap Pimpinan Media Bedahnusantara.com Stev Palijama saat menyampaikan hak berbicaranya di depan Walikota Ambon saat WAJAR di Aula Balai Kota Ambon, Jumat (13/6/2025).

Palijama mengakui, usai berita dari media Bedahnusantara.com dinaikan terkait masalah website SPMB (Sistem Penerimaan Murid Baru) kami diserang secara verbal oleh akun bodong.

“Media kami hanya membantu untuk menyuarakan apa yang seharusnya di sampaiakan tidak mengambil keuntungan dari pihak manapun mengingat jadwal pendaftaran untuk penerimaan siswa baru sudah ditetapkan tanggal 14 Juni 2025 maka kami berusaha untuk mencari jalan keluarnya,” jelasnya.

Palijama mengakui, ganguan website SPMB (Sistem Penerimaan Murid Baru) yang terjadi juga tidak mendapat penjelasan dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Ambon kapan akan pulih dan dapat digunakan.

“Seharusnya Diskominfo Kota Ambon sudah harus tau dan dengan sigap dalam memberikan informasi adanya kendala server kapan web ini akan dapat digunakan bukannya sampai selesai memberitakan naik baru pake media lain untuk mengkonfirmasi,” imbuhnya.

Lanjutnya, banyak laporan dari masyarakat, guru dan kepala sekolah masalah website SPMB (Sistem Penerimaan Murid Baru) tidak dapat di akses mulai tanggal 10 Juni 2025.

“Kami mulai koordinasi secara langsung dengan Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon dan dari penjelasan ada beberapa ganguan dari beberapa aspek seperti admin dan beberapa hal lainnya, ketika sorenya tidak dapat diakses lagi dan saya kembali koordinasi kembali dan beliau menjawab ada ganguan di server sedangkan kewenangan server itu tidak ada di tangan dinas pendidikan tapi ada pada Diskominfo Kota Ambon dan ada pemberitahuan ada ganguan server tapi tidak dijelaskan kapan server akan hidup kembali,” ujarnya.

Palijama menambahkan ganguan website SPMB (Sistem Penerimaan Murid Baru) berlanjut sampai tanggal 11 Juni 2025 dan dampaknya sampai ke Kepala sekolah yang di maki-maki karena dianggap jadwal tes sudah dekat namun murit belum bisa didaftarkan.

“Dengan etiket baik kami berkoordinasi lagi namun tidak ada langkah dan ada kepastian dan saya sudah meminta konfirmasi dari kadis namun hanya dibalas via WA saya ada giat dan anehnya sore ada klarifikasi tentang pemberitaan kami,” tuturnya.

Lanjutnya dengan tegas palijama menekan kan saat posting berita naik dan serangan verbal yang saya terima melalui posting kami saya menunggu laporan polisi dari kadis Diskominfo Kota Ambon. ( BN Grace )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan