NTP Alami Kenaikan 0,81 Persen

Ambon,Bedahnusantara.com – Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga perdesaan di 42 kecamatan di Provinsi Maluku pada Oktober 2023, diketahui bahwa NTP Provinsi Maluku secara rata-rata mengalami peningkatan
sebesar 0,81 persen dibanding September 2023, atau naik dari 104,90 pada September 2023
menjadi 105,75 pada Oktober 2023. Peningkatan NTP disebabkan oleh indeks harga hasil produksi
pertanian (It) yang tercatat meningkat sebesar 0,60 persen dan penurunan indeks harga yang
dibayar petani (Ib) sebesar 0,21 persen.

WhatsApp Image 2023 11 01 at 13.33.44

Hal itu disampaikan Statistisi Ahli Madya, BPS Provinsi Maluku  Jessica E. Pupella, melalui rilis,Rabu ( 01/11/23).

Peningkatan NTP pada Oktober 2023 disumbangkan oleh meningkatnya NTP pada empat
subsektor, yaitu subsektor tanaman pangan (1,32 persen), subsektor hortikultura (0,95 persen),
subsektor tanaman perkebunan rakyat (1,04 persen) dan subsektor peternakan (0,28 persen).
Sedangkan satu subsektor lainnya mengalami penurunan NTP yaitu subsektor perikanan (-0,98
persen).

Indeks Harga yang Diterima oleh Petani (It) dari kelima subsektor menunjukkan fluktuasi harga
komoditas pertanian yang dihasilkan oleh petani. Data dalam Tabel 1 menunjukkan bahwa indeks
harga yang diterima oleh petani (It) Provinsi Maluku pada Oktober 2023 sebesar 123,70 atau naik
sebesar 0,60 persen dibanding It September 2023 yang tercatat sebesar 122,96.
Jika dilihat per subsektor, empat subsektor mengalami peningkatan It. Sementara satu subsektor
lainnya mengalami penurunan. Peningkatan It tertinggi disumbangkan oleh subsektor tanaman
pangan yaitu sebesar 1,10 persen.

Melalui Indeks Harga yang Dibayar oleh Petani (Ib) dapat dilihat fluktuasi harga barang dan
jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat perdesaan, khususnya petani yang merupakan bagian
terbesar dari masyarakat perdesaan, serta fluktuasi harga barang dan jasa yang diperlukan
untuk memproduksi hasil pertanian.
Pada Oktober 2023, Ib Provinsi Maluku tercatat sebesar 116,97 atau mengalami penurunan
sebesar 0,21 persen dibandingkan September 2023 yang besarnya 117,21. Jika dilihat per
subsektor, empat subsektor mengalami penurunan Ib. Penurunan Ib terdalam disumbangkan
oleh subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 0,28 persen. ( BN – Al )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan