Ambon, Bedahnusantara.com: Kasus terjadinya jual beli masker oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab pada lembaga Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) pada RSUD Haulussy Ambon kepada para perawat, yang dipublikasikan oleh pihak Media Online Bedahnusantara.com mendapatkan respons dari pihak PPNI Dr.Haulussy Ambon.
![]() |
| Narasumber: Soal Kasus Penjualan Masker PPNI Dr. Haulussy, Saya Harus Minta Maaf Atas Kesalahan Apa? |
Menindak lanjuti pemberitaan tersebut, pihak PPNI RSUD Dr.Haulussy Ambon kemudian melakukan pertemuan bersama pihak Media Online Bedahnusantara.com yang diterima langsung oleh Direktur Utama Steve Palyama.
Dalam pertemuan tersebut pihak PPNI RSUD Dr.Haulussy mengungkapkan kekecewaanya terhadap pemberitaan yang dilakukan oleh pihak Media Online Bedahnusantara.com, dan kemudian memintakan untuk hak jawabnya dipublikasi oleh pihak Media Online Bedahnusantara.com, serta memintakan agar pihak narasumber yang memberikan data dan informasi terkait kasus jual beli masker berlogo PPNI itu untuk meminta maaf kepada pihak PPNI RSUD Dr.Haulussy Ambon, melalui Media Online Bedahnusantara.com.
Menanggapi permintaan tersebut pihak narasumber yang dihubungi pihak Media Online Bedahnusantara.com mengungkapkan, bahwa terkait permintaan pihak PPNI RSUD Dr.Haulussy Ambon, agar saya harus meminta maaf atas pemberitaan tersebut, bagi saya apakah dasar kesalahan yang saya buat sehingga saya harus meminta maaf kepada pihak PPNI?
” Atas dasar apa saya harus memintakan maaf kepada pihak PPNI RSUD Dr.Haulussy Ambon?, apakah dasar kesalahan yang saya buat? sehingga saya harus dipaksakan untuk meminta maaf?, sebab jika merujuk pada fakta yang terjadi, yakni memang benar terjadi proses jual beli masker berlogo PPNI kepada para perawat di RSUD Dr. Haulussy Ambon, yang mana penjualannya dilakukan lewat Kepala-kepala ruangan yang diinstruksikan oleh siapa saya tidak tahu pasti akan tetapi mereka (setiap kepala ruangan) diperintahkan untuk mengambil masker tersebut lalu dibagikan kepada para perawat pada RSUD Dr. Haulussy Ambon, dan kemudian barulah para perawat dimintakan untuk membayar harga masker berlogo PPNI tersebut seharga Rp.13.000/Buah. dan itu adalah fakta yang benar terjadi sehingga memberatkan para perawat yang secara mati-matian berjuang digarda terdepan dalam melayani para pasien korban Covid 19, ” Jelas Narasumber.
Lebih lanjut dikatakannya, bagi saya jika kemudian pihak PPNI RSUD Dr.Haulussy Ambon menyatakan bahwa bisa saja masker itu dipesan oleh oknum atau orang lain diluar Lembaga PPNI untuk kemudian dijual bagi para perawat demi mencari keuntungan pribadi dan tanpa diketahui oleh pihak PPNI RSUD Dr.Haulussy Ambon. seperti yang disampaikan kepada pihak Media Online Bedahnusantara.com, dirinya menyatakan bahwa pernyataan itu sama sekali tidak logis dan mengada-ada.
” Bagi saya itu adalah jawaban yang tidak tepat atau tidak logis, sebab bagaimanakah mungkin peralatan medis yang berlogo dan berkaitan langsung dengan sebuah lembaga dapat dipesan oleh orang diluar lembaga?, bagi saya ini tidak masuk akal. sebab ambil misal seperti ini; seandainya jika saya bukan seorang anggota TNI/POLRI, maka ketika saya membeli perlengkapan dinas untuk saya pakai, tentunya hal itu akan tidak mungkin dapat saya terima. sebab saya bukan seorang anggota TNI/POLRI yang tergabung pada instansi atau lembaga resmi. sehingga jika kemudian ada jawaban seperti demikian kepada pihak Media Online Bedahnusantara.com, oleh pihak PPNI RSUD Dr.Haulussy Ambon, bagi saya itu sungguh sangat tidak logis, olehnya sekali saya mempertanyakan atas dasar apa saya mesti minta maaf, jika kemudian dipersoalkan bahwa ada narasi atau bahasa yang menyatakan kalau pihak PPNI tidak terima dikatakan sebagai pihak yang menjual masker kepada para perawat, maka bagi saya faktanya hari ini bahwa ternyata masker yang dijual tersebut berlogo dan berlambang PPNI, sehingga jika memperhatikan fakta berupa alat bukti (masker berlogo PPNI) yang ada tersebut dan juga penjelasan saya dalam bentuk ilustrasi tadi, maka sangat tidak mungkin kalau ada oknum diluar PPNI yang mengadakan dan menjual masker tersebut ” Terang Narasumber.
Narasumber menyatakan, ” semestinya pihak PPNI RSUD Dr.Haulussy Ambon harus mengejar dan mengungkapkan siapa sebenarnya dalang atau aktor utama dibalik peristiwa jual beli masker berlogo PPNI tersebut diantara para perawat RSUD Dr.Haulussy Ambon, dan bukan malah menyalahkan saya atau kami selaku narasumber yang mengungkapkan sebuah kebenaran, apalagi hal tersebut sungguh benar terjadi dan bahwa peristiwa itu adalah peristiwa yang tidak manusiawi dan memalukan, mengingat bagaimana kerasnya dan luar biasanya perjuangan para tenaga medis dalam memerangi penyebaran Covid 19 di Maluku,” Tegas Narasumber (BN-08)






