![]() |
| Ilustrasi Rapat Terselubung |
Ambon, Bedah Nusantara.com: Ada apa dengan komisi III DPRD Kota Ambon, sehingga Diam-diam Komisi III DPRD Kota Ambon mengagendakan rapat terselubung pada hari Sabtu (15/04) dengan salah satu pemilik tower di salah satu kafe terkenal di Kota Ambon, Mister Kopitiam.
Informasi ini bocor setelah pendamping Komisi III menyebarkan undangan rapat kepada seluruh pimpinan dan anggota komisi lewat pesan singkat, namun sayangnya tidak semua anggota Komisi III menghadiri rapat tersebut.
Guna memastikan informasi dimaksud, wartawan Bedah Nusantara kemudian mengecek ke kafe Mister Kopitiam yang berlokasi di kawasan urimesing Jalan Diponogoro sekitar pukul 12.00 WIT.
Ternyata rapat tersebut telah berlangsung dalam ruangan vip kafe. Dari 10 pimpinan dan anggota hanya 5 orang yang menghadiri rapat, mereka adalah Sekretaris Komisi III Ny Juliana Pattipeilohy, anggota komisi masing-masing Max Pattiapon (F.Golkar), Ali Ohorella (F.PAN), Taha Abubakar dan Ari Sahertian (F.PKB). Hadir juga direktur salah satu perusahaan pemilik tower.
Ketika dikonfirmasi seusai rapat, anggota Komisi III, Ali Ohorella mengatakan bahwa pertemuan yang dilakukan saat itu bukanlah sebuah rapat resmi namun hanya pertemuan biasa.
“Jangan salah mengerti ini bukan rapat resmi Komisi III. Ini hanya pertemuan biasa dengan pemilik tower. Nanti semua akan terbuka terang benderang saat rapat Hari Selasa besok,” tegas dia.
Ketika dikonfirmasi terkait degan perusahaan yang hadir, Ohorella mengaku lupa dengan nama perusahaan tersebut, tetapi dipastikan tower yang dimaksud terkait dengan perusahaan seluler.
Secara terpisah, anggota Komisi III, Coendrad Pattiasina dikonfirmasi via telepon mengaku terima sms undangan rapat tersebut, tetapi dirinya tidak hadir lantaran kecewa dengan agenda pertemuan.
Menurutnya tidak ada pertemuan yang mengatasnamakan komisi berlangsung dihari libur apalagi diluar kantor DPRD. Bahkan dirinya mencurigai ada maksud lain dibalik pertemua tersebut.
“Rapat apa yang terjadi di hari libur apalagi rapatnya di kafe lagi bukan di kantor. Saya tidak suka cara seperti itu. Ini rapat ria namanya,” cetus Pattiasina. (BN-05)






