Media Online Duduki Reting Teratas Dalam Mempengaruhi Perilaku Pemilih Maluku

Kaka%2BEdy%2BParameter%2Bmedia%2BOnline%2Bcopy
Media Online Ada Pada Peringkat Teratas 

Ambon, Bedah Nusantara.com: Perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Provinsi Maluku kian dekat saja. sejumlah kandidat bakal Calon pemimpin Maluku pada 2018-2023 semakin hari semakin berpacu dalam berbagai proses demi mencapai apa yang diinginkan.

Partai politik pun tak kalah gencar melakukan berbagai langkah demi menarik para bakal calon untuk datang dan mencoba mendapatkan ekomendasi atau bahkan mempersunting kader partai politik tesebut.

Selain langkah diatas, sejumlah langkah sosialisasi pun turut dipakai oleh para bakal calon demi mendapatkan simpati rakyat dan kemudian meyakinkan masyarakat untuk nantinya memilih bakal calon tersebut. mulai dari baliho, spanduk, dan berbagai atribut lain yang dipakai oleh para bakal calon Gubernur Maluku, termasuk didalamnya sosialisasi menggunakan jalur media publikasi seperti Media Televisi, Radio, Koran,Kalender,kartu nama, poster, media Sosial dan media pemberitaan Online.

Menyikapi proses tersebut, Direktur PARAMETER Research Consulting Wilayah Timur, Edison Lapalelo yang ditemui diruang kerjanya (Jln.Lorong Maranatha,No.24) Ambon, mengatakan pengaruh media dalam hal perilaku pemilih di Maluku dan juga terhadap Elektabilitas,Popularitas,Aseptabilitas bakal Calon Gubernur Maluku sangatlah besar.

Menurutnya, fakta hari ini bahwa media menjadi garda terdepan dalam proses memperkenalkan seseorang keruang publik, juga sebagai sarana dalam menjembatani kepentingan semua pihak yang ada di Dunia, termasuk yang ada di Maluku, yang dalam hal ini proses Pilkada Maluku 2018 nanti.

” Pengaruh media terhadap perilaku pemilih, dan juga terhadap tingkat Elektabilitas, Kapabilitas, Popularitas, dan Aseptabilitas seseorang, termasuk para bakal Calon Gubernur Maluku sungguh sangat besar dan tidak bisa kita pungkiri, oleh sebab itu apa yang menjadi proses dari Media dan juga semua sistem Jurnalistik mesti kita hargai dan patut diberikan apresiasi yang baik, selama media tersebut memberikan informasi dan juga pendidikan politik yang baik kepada Masyarakat Maluku”.

Dalam hal ini lanjutnya, PARAMETER Research Consulting telah melakukan Survey pada sebelas Kabuaten/Kota yang ada di Maluku, dengan jumlah responden sebanyak 1500 responden, dengan margin Error sebesar kurang lebih 2,9% dan dengan tingkat kepercayaan 95%. maka kami dapat menyimpulkan dengan fakta yang ada bahwa Media Online menduduki peringkat teratas dalam hal pembentukan dan  perilaku pemilih Maluku.

” Berdasarkan data hasil srvey PARAMETER Research Consulting (Medio Maret 2017), kami mendapati data seperti berikut; bahwa pengaruh Media dalam pembentukan dan perilaku pemilih serta tingkat Elektabilitas,Popularitas,dan Aseptabilitas Bakal Calon Gubernur Maluku adalah sebagai berikut: Media Online mendapati hasil sebanyak 27,02%, Media Lain (Spanduk, Baliho,Pamflet,Brosur,Stiker) mendapati hasil sebanyak 23,81%, Disusul dengan Media Cetak (Koran) mendapati hasil sebanyak 17,57%, kemudian Media Elektronik Televisi mendapati hasil sebanyak 14,72%, diikuti oleh media Sosial (Facebook,Tweeter,Path,WhatsApp,dll) mendapati hasil sebanyak 11,41% dan terakhir Media Elektronik Radio mendapati hasil sebanyak 6,47%. Jumlah Total 100%.” Terang Lapalelo.

Oleh sebab itu tambah Lapalelo, berdasarkan hasil survey tersebut terhadap perilaku pemilih dan juga Elektabilitas, Popularitas,dan Aseptabilitas calon Gubernur Maluku. media Online memberikan perngaruh yang sangat luar biasa, selain dikarenakan faktor kecepatan, faktor keakuratan dan mengena kepada semua kalangan masyarakat, faktor afliasinya media Online dan juga media Sosial (Facebbok,Tweeter,Path,WhatsApp,Dll) inilah yang menjadikan penunjang Media pemberitaan Online lebih mempengaruhi pembentukan dan perilaku pemilih Maluku.

” Media Online menduduki, peringkat teratas dalam mempengaruhi perilaku pemilih dan Popularitas Bakal Calon Gubernur Maluku”. Jelasnya.

Disisi lain, kata Lapalelo, selain pengaruh Media Online, partai Politik dan pemilihan Pasangan Calon Wakil Gubernur bagi Bakal Calon Gubernur Maluku pun turut mempengaruhi, akan keberhasilan yang akan dicapai oleh Pasangan Bakal Calon Gubernur Maluku pada Pilkada 2018 nanti.

Oleh sebab itu lanjutnya, berdasarkan hasil survey yang kami lakukan terhadap Indikator Perilaku Politik (Political Behavior) masyarakat Maluku Jelang Pilkada, pada 05-25 Maret 2017 kepada lebih dari 5000 koresponden. didapati data yang dapat kami sampaikan seperti berikut:

Bahwa dalam berperilakau Politik (menentukan pilihan) bagi para calon pemimpin Maluku pada Pilkada nanti, masyarakat Maluku yang menjadi pemilih menyatakan sikap politik mereka yang sangat baik, akan tetapi sikap dan pilihan tersebut terbagai kepada beberapa sekment yakni; Pada Indikator pemilih berdasarkan “Agama” didapati hasil sebanyak (32,14 %), pada Indikator pemilih berdasarkan “Kesukuan/asal daerah” didapati hasil sebanyak (13,83 %), pada Indikator pemilih berdasarkan ” Idiologi Partai/Kesukaan kepada Partai” didapati hasil sebanyak (15,91 %), pada Indikator pemilih berdasarkan ” Rasional-Kinerja/ Hasil Pencapaian Kinerja” didapati hasil sebanyak (20,42 %), pada Indikator pemilih berdasarkan ” Ketokohan” didapati hasil sebanyak (8,16 %) dan pada Indikator ” Alasan lainnya” didapati hasil sebanyak (9,54 %).

Dan hasil yang ada ini akan terus kami hitung tingkat perubahannya dari hari-kehari, disamping kami juga akan melakukan survey dan perhitungan terhadap Indikator-Indikator atau sekment lainnya yang menjadi faktor penting dalam proses Pilkada Maluku nantinya.

” oleh sebab itu bagi saya, hasil ini bisa menjadi gambaran dini, terkait sikap dan perilaku para pemilih yang ada di Maluku untuk bagaimana menentukan sikap politik (pilihan politik) mereka, bertalian dengan perhelatan Pilkada Maluku nanti”,Jelasnya.

Sehingga peran partai Politik dan Pasangan Bakal Calon Wakil Gubernur Maluku, turut memberi pengaruh yang besar bagi kesuksesan Para bakal Calon Pemimpin Maluku pada Pilkada mendatang, merujuk pada hasil data Survey terkait Perilaku Politik Pemilih (Political Behavior).

” Oleh sebab itu kesalahn memilih pasangan Calon Wakil Gubernur Maluku, akan sangat berakibat fatal bagi Calon pemimpin Maluku nantinya” tutupnya. (BN-08)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan