Komisi II Segera Panggil Kepsek SD 2 Hative Besar

upu%2Blatu%2Boke
Komisi II Segera Panggil Kepsek SD 2 Hative Besar

Ambon, Bedah Nusantara.com: Sepak terjang Kepala Sekolah Bermental Preman Ny.Helena Uruilal, S.Pd Kepala Sekolah SD Negeri 2 Hatiwe Besar, yang melakukan tindakan kekerasan yang disertai penyerangan secara Physikologi terhadap Dewan Guru dan Pegawai Serta Tenaga Honorer, telah mendapat respons dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ambon.

Komisi II DPRD Kota Ambon dalam pekan ini akan memanggil Kepala Sekolah (Kepsek) SD Negeri 2 Hative Besar, Ny Helena Uruilal, S.Pd bersama Dinas Pendidikan Kota Ambon.

Pernyataan ini disampaikan Ketua Komisi II DPRD Kota Ambon, Leonard Upulatuw Nikijuluw saat dikonfirmasi Bedah Nusantara.Com Senin, (19/06).

Nikijuluw tegaskan, jika benar tindakan yang dilakukan Kepsek SD Negeri 2 Hatiwe Besar terbukti bersalah maka bersangkutan harus ditindak tegas sesuai dengan peraturan kepegawaian.

“Saat pemanggilan kami akan mendengar langsung dari Dewan Guru sebagai pelapor maupun, penjelasan dari Kepala Sekolah. Nanti kita akan tau kebenarannya,” ungkap dia.

Kader muda PDI-P ini juga menyesalkan sikap dari pihak dinas terkait. Seharusnya persoalan ini, menurut dia, sudah harus diselesaikan ditingkat dinas tidak perlu meluas sampai sejauh ini.

“Seharusnya Dinas Pendidikan Kota Ambon, khususnya Bidang Pendidikan Dasar sudah menyelesaikan persoalan ini tidak perlu lagi dibawa-bawa ke Dewan,” ungkap dia.

Namun, lanjutnya, sudah ada surat masuk ke DPRD Kota Ambon, maka kita akan menindak lanjutinya. Kalaupun harus diselesaikan ditingkat Badan Kepegawaian Kota Ambon, maka Komisi II akan terus mengawal proses ini hingga tuntas.

Nikijuluw menegaskan, perilaku Kepsek SD N 2 Hative Kecil jangan menular ke Kepala Sekolah maupun guru lain di lingkup Kota Ambon, karena sangat merugikan dunia pendidikan terutama soal mutu pendidikan.

“Masalah ini jangan lagi terjadi di sekolah lain. Kita inginkan pendidikan di Kota Ambon harus benar-benar berkualitas di segala aspek bukan saja pada ilmu pendidikan tetapi juga soal moral anak didik maupun tenaga pendidik,” harap Nikijuluw. (BN-05)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan