MBD Ditengah Angkara Murka Dan Kepalsuan, Kebenaran Dihabisi Tapi Kejahatan Dimuliakan

MBD Dalam Angkara Murka Dan Kepalsuan
Fredy Ulemlem, SH

Jakarta, Bedah Nusantara.com: Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) adalah sebuah kabupaten yang baru di mekar di provinsi Maluku, kabupaten ini  berbatasan langsung dengan  dua Negara tentangga  yaitu Australia dan Timur Leste.daerahnya pulau-pulau dan berada di wilayah rawan gelombang dan kecelakaan laut yang sangat berpotensi.

Dulu sebelum di mekarkan,  ” daerah ini masih satu dengan kabupaten Maluku Tenggara Barat namun karena rentang kendali dan kue pembangunan yang harus merata  maka daerah ini di mekarkan  untuk menjawab persoalan rentang kendali serta kue pembangunan yang harus mereta itu”. Demikian ungkapan Fredy ulemlem, SH tokoh muda MBD kepada Bedah Nusantara.com Sabtu (28/5) Via telephone.

Dikatakannya, tujuan dari pemekaran adalah untuk menjawab kesejahteraan rakyat yang hidup  didaerah ini. Artinya ekonomi masyarakat bisa meningkat, adanya kepastian hukum sebagai jawaban atas ketidak adilan yang di rasakan oleh rakyat selama ini, Kemudian tersedianya infra struktur , jalan , jembatan,pelayanan kesehatan, anak anak bisa sekolah di gedung yang layak dan bisa bersaing dengan anak anak didaerah lain, namun apa yang terjadi semua harapan itu hanya isapan jempol.

” Lalu apa sebenarnya tujuan dari pemekaran daerah ini! Apakah untuk bagi bagi kekuasaan? Kemudian  terpenuhinya kesejahteraan di lingkaran kelompok kepentingan, baik teman dekat, keluarga ,kerabat dekat atau juga sesama partai pendukung dan tim yang memenangkan pemimpin pada saat pilkada berlangsung dan memenangkan pemimpinnya atau tujuan dari pemekaran adalah untuk kesejahteraan rakayat”. Tanya Fredy

Menurutnya, Daerah ini sangat kaya, limpah dengan kekayaan alamnya, mulai dari hasil yang ada didarat, di laut dan sebagainya. Harapannya adalah dengan kekayaan yang di miliki oleh daerah ini dapat merubah ekonomi rakayat serta pemda mampu membangun daerah ini sesuai harapan dan cita cita pemekaran yang sejati.

” Ada dugaan yang kuat terhadap apa  yang selama ini terjadi di MBD, artinya sengaja pembangunan tidak berjalan  contohnya seperti infra struktur jalan, jembatan, kemudian lapangan terbang, transportasi laut  yang tidak berjalan normal dan sebagainya. Ini tentu ada tujuannya  yaitu untuk menghambat proses penengakkan hukum di MBD”. Jelasnya

Begitu banyak kasus korupsi yang terjadi di MBD saat ini, tapi apakah proses hukum berjalan lancar? Tentu tidak! Ketika saya bertemu dengan empat penyidik di kejagung dan berdialok langsung dan menayakan proses hukum yang sementara berjalan kapan selesai dan bisa ditetapkan tersangknnya ternyata ada hambatan hambatan sehingga sulit untuk mempercepat proses penengakkan hukum,apa masalahnya ,masalahnya  yaitu   masalah tarnsportasi.

“Jadi sebenarnya pembangunan tidak berjalan selama ini bukan karena tidak ada anggaran , atau APBD kita kecil  atau tidak cukup tapi memang ini semua di sengajakan untuk  bagaimana menghambat semua proses hukum yang akan berjalan di MBD”. Imbuhnya

“Saya juga memperhatikan ketika kami generasi MBD mengkritik pemerintahan, kami dianggap adalah musu, karena kami sudah mengkritik pemerintahan, walapun kami mebelah kebenaran tapi itu adalah fakta, terkadang kami di persulit akibat mengkritik pemerintahan, misalnya ada yang sudaranya PNS di pindahkan ke wetar, ke Dai, atau juga ada sudara kami yang nonjob, dan sebagainya”.

Kadang kadang timbul pertanyaan dalam hati saya ” sebagai anak daerah yang selalu mengkritik pemerintahan, APAKAH KETIKA MENGKRITIK ATAU MENGUNGKAP SEBUAH KEBENARAN DEMI SUATU KEADILAN APAKAH KAMI INI ADALAH MUSU? Atau apa sebenarnay kami ini!”. Geramnya

Lebih jauh dikatakan Fredy, Akhir akhir ini tambang romang mulai popular dan mengingatkan saya pada perjuangkan kami tentang tambang romang hingga teman kami, orang tua kami Orlando petrus di tikam oleh orang suruan dan sampai saat ini tidak kepastian hukum terhadap kasus ini, ada apa dengan negeri ini? Apakah ini sebuah scenario atau sebuah sinetron yang kemudian hari ini kami memperjuangkan tambang romang apakah ada korban selanjutnya? Atau kah tidak bisa jadi korban berikutnya adalah saya ,atau teman teman yang lain atau tidak ada lagi korban.

“Satu kata saya mau bilang bahwa sekalipun kebohongan lari seperti kilat tapi satu saat pasti akan terbongkar”. Tegas ulemlem (BN-07)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan