![]() |
| LIM Dukung KNPI Maluku Dan Keluarga Tanasale |
Ambon, Bedah Nusantara.com: Direktur Eksekutif Legal Institution For MALUCCAS ( LIM ) Doly Sangadji.SH.MH memberikan apresiasi kepada Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Maluku bersama keluarga korban tindakan tidak manusiawi yang dialami oleh balita Noel Imanuel Tanaale (2 Tahun 8 Bulan).
Hal ini disampaikan oleh Doly Sangadji.SH.MH, kepada media ini pada Sabtu (10/6) via telepohone.
” Saya selaku Direktur Eksekutif Legal Institution For MALUCCAS ( LIM ) memberikan apresiasi dukungan kepada orang tua Noel Tanasale dan KNPI Maluku untuk menempuh jalur hukum” demikian diungkapakan oleh Sangadji
Menurutnya, ini warna pengalaman kesehatan di Maluku yang begitu buruk, baik dimata pemerintah Provinsi Maluku maupun dimana Nasional.
” Kasus ini menjadi tabir pembuka bagi rumah sakit yang lain di Maluku yg selama ini sudah mempraktekan hal yang sama dan ini sudah terhitung sudah banyak dari sejumlah pasien yang masuk rumah sakit dan mendapat pengalaman kesehatan yang tidak maksimal dan tidak profesional” jelasnya.
Dikatakannya, citra pelayanan Rumah sakit Umum di Maluku jauh dari harapan masyarakat, padahal jika kita lihat setiap tahun semua rumah sakit umum daerah di Maluku ini mendapat dorongan anggaran daerah APBD dan Anggarab Negara untuk pembelanjaan dan untuk infrastruktur serta gaji para pegawai rumah sakit.
” pemerintah baik Provinsi dan Puat telah memberikan begitu banyak dorongan dan topangan kepada semua rumah sakit umum yang ada di Maluku, lewat APBD dan APBN, Lalu kenapa demikian adanya situasi yang saat ini menjadi bukti pelayanan buruk di rumah RSUD Haulusy” tanya Sangadji.
Kita patut mencermati bahwa sistem manajemen pelayanan di beberapa RSUD kurang begitu baik, dan ini membutuhkan perubahan yang banyak agar reformasi dibidang kesehatan Lokal khususnya Maluku dapat dilakukan oleh Pemda maluku
” sehingga pertanyaannya akankah masyarakat miskin di Maluku akan selalu merasakan pelayanan seperti ini terus,karena kita tau orang miskin dilarang sakit, Kenapa demikian karena tidak akan mampu membayar biaya rumah sakit. Ini ironis di Maluku dan Indonesia pada umumnya”Tutupnya.(BN-08)
