KNPI Maluku Siap Kawal Kasus Noel Tanasale

KNPI%2BNoel
KNPI Maluku Siap Kawal Kasus Noel Tanasale

Ambon, Bedah Nusantara.com: Kasus tindakan tidak profesional dan tidak manusiawi yang dialami oleh Noel Imanuel Tanasale (2 Tahun 8 Bulan), dari perawat Rumah Sakit Umum (RSU) Dr. Haulussy pada Rabu (7/6) yang lalu ternyata mendapat respons dan tanggapan dari sejumlah kalangan yang turut prihatin atas apa yan menimpa sang balita.

Salah satunya, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Maluku, Wakil ketua KNPI Maluku. Steve Palyama, yang kala itu datang menjenguk korban tindakan tidak manusiawi Noel, pada Rumah Sakit (RS) Bakti Rahayu, mengungkapkan.

Kami sebagai lembaga kepemudaan dalam hal ini KNPI Maluku dan juga menjadi bagian dari representasi masyarakat, sangat kecewa atas apa yang dilakukan oleh oknum-oknum medis yang ada pada RSUD Haulussy ambon, terhadap balita Noel Imanuel Tanasale yang baru berusia (2 Tahun 8 Bulan).

” saya telah menemui korban dan ibunya, serta menanyakan perihal apa yang dialami oleh Noel, sehingga kami sangat menyesalkan apa yang telah dilakukan oleh pihak RSUD Haulussy Ambon, juga sikap dan tindakan yang dilakukan oleh para tenaga medis yang menangani Noel, sebab bagi kami apa yang dilakukan oleh para medis kepada Noel, adalah tindakan yang tidak manusiawi dan tidak sepantasnya hal itu dilakukan terhadap seorang manusia, siapapun dia termasuk Noel, sebab semua yang menderita sakit dan ketika masuk pada rumah sakit, wajib mendapat pelayanan yang baik dan terbaik”, jelasnya

Selain itu, kata Palyama, setelah berkordinasi dengan keluarga korban dalam hal ini Ibu Paulin Tanasale (Ibu kandung Noel), kami mendapati fakta bahwa pelayanan terhadap mereka sama sekali tidak sesuai dengan apa yang mereka harapakan dan inginkan, padahal mereka ini masuk dengan status sebagai pasien umum, dan tidak memakai layanan kesehatan yang disipakan oleh pemerintah baik BPJS dan ASKES, sehingga segala sesuatu mesti dibayarkan diawal barulah dilakukan tindakan medis.

” yang sangat kami sesalkan adalah bahwa, ketika Noel masuk dengan status sebagai pasien umum dan bukan BPJS atau ASKES, mereka malah mendapatkan pelayanan yang sama sekali tidak sebanding dengan apa yang telah mereka bayarkan, sebab segala sesuatu telah dilunasi oleh ibu korban (Noel), akan tetapi mereka malah ditelantarkan selama berjam-jam tanpa ada pemantuan akan perkembangan kesehatan dari Noel oleh para tenaga medis yang ada, bayangkan saja jika pasien yang berstatus umum dan serba bayar diawal saja telah diperlakukan secara demikian, maka bagaimanakah nasibnya dengan pasien yang memakai jasa pelayanan kesehatan milik pemerintah baik BPJS dan ASKES?,” tanya Palyama.

Lebih lanjut dikatakan Palyama, terkait sikap dan tindakan yang dilakukan oleh tenaga medis dan dalam hal ini perawat yang melakukan kekerasan saat melepaskan alat infus dari tangan Noel,Palyama memintakan agar hal ini tidak dibiarkan begitu saja oleh pihak pemerintah baik Gubernur Maluku dan DPRD juga lembaga lainnya, yang berkewenangan dalam menangani persoalan ini.

” saya memintakan dengan tegas dan sangat, agar Gubernur Maluku Ir. Said Assagaff sesegera mungkin mengambil tindakan tegas dan bukan sekedar kordinasi atau teguran, baik kepada pihak RSUD Haulussy Ambon, maupun juga kepada para tenaga medis yang telah melakukan tindakan tidak manusiawi ini, sebab jika Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (AHOK) bisa memecat para pegawainya dan oknum-oknum yang tidak berkerja baik dalam melayani masyarakat, maka saya yakin bapak Gubernur Maluku, Ir. Said Assagaff juga dapat melakukan hal yang sama terhadap oknum-oknum  tenaga medis yang tidak manusiawi saat malayani pasien di RSUD Haulussy Ambon,” tegas Palyama

Dan kami KNPI Maluku akan tetap mengawal persoalan ini sampai selesai, sebagai bentuk kepedulian kami kepada kemanusiaan, dan juga sikap kami untuk mengawal program-program pemerintah dalam melahirkan aparatur pemerintah yang bersih dan profesional.

” kami akan mengawal persoalan ini hingga selesai, dan kami akan memastikan sebagai Pemuda Maluku, bahwa tidak akan ada lagi peristiwa yang sama seperti yang dialami oleh Noel Imanuel Tanasale,”. Tutupnya (BN-08)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan