Layanan Implan Terhenti karena Kekurangan Tenaga Ahli

IMG 20251118 WA0001

 

 

Ambon,Bedahnusantara.com — Pantauan langsung pada Rabu (19/11/2025) di salah satu Puskesmas di Kota Ambon menunjukkan bahwa pelayanan pemasangan KB jenis implan tidak dapat dilakukan. Hal ini disebabkan tidak adanya tenaga medis ahli yang memiliki sertifikasi pemasangan implan, setelah petugas khusus yang sebelumnya menangani layanan tersebut memasuki masa pensiun.

 

Sejak pagi, sejumlah pasien tampak menunggu di ruang pelayanan KB. Namun hingga menjelang siang, tidak ada tindakan medis diberikan. Petugas puskesmas menjelaskan bahwa layanan implan belum dapat dibuka karena kekosongan tenaga ahli.

 

Akibatnya, warga yang ingin melakukan pemasangan implan diarahkan untuk pergi ke puskesmas lain melalui jalur umum, bukan jalur BPJS FKTP, sehingga layanan faskes tidak dapat digunakan.

 

Salah satu pasien mengaku keberatan dengan kebijakan tersebut. “Kalau jalur umum berarti harus bayar lagi. Kita sudah punya BPJS, tapi mereka bilang tidak bisa dipakai. Ini yang bikin berat,” ungkapnya kepada wartawan di halaman puskesmas.

 

Kadis PPKB Kota Ambon Beri Penjelasan: “Semua Puskesmas Sebenarnya Ada Implan dari BKKBN”

 

Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kota Ambon Ir. Juliana Welhelmina Patty, M.Si memberikan penjelasan mengenai kondisi tersebut.

 

Menurut Patty, secara fasilitas dan ketersediaan alat, seluruh puskesmas sebenarnya memiliki implan yang disuplai langsung oleh BKKBN.

 

“Sebenarnya semua puskesmas ada implan yang diberikan oleh BKKBN gres. Jadi bisa pasang di puskesmas bagian KB,” jelasnya.

 

Ia juga menambahkan bahwa khusus Balai KB, tenaga pegawai bersertifikasi memang sedang kosong karena petugas yang sebelumnya bertugas telah memasuki masa pensiun. Untuk mengatasi kekosongan tersebut, telah ada tenaga bantuan dari Kecamatan Nusaniwe.

 

“Kalau di Balai KB, untuk sementara pegawainya pensiun, jadi ada petugas dari Kecamatan Nusaniwe yang bantu,” tambahnya.

 

Tidak hanya itu, Patty juga menyebutkan bahwa layanan pemasangan implan dapat diakses melalui Mobil KB Keliling, yang dijadwalkan akan menuju kawasan Ketisel dalam waktu dekat.

 

“Ada Mobil KB yang nanti ke Ketisel kalau mau pasang,” terangnya.

 

Meskipun demikian, pantauan wartawan menunjukkan bahwa kekosongan tenaga ahli di beberapa fasilitas kesehatan tetap menyulitkan warga yang membutuhkan layanan implan segera. Banyak yang berharap agar pemerintah mempercepat penugasan tenaga bersertifikasi agar layanan kembali normal dan tidak membebani masyarakat dengan biaya jalur umum. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan