Lapalelo: Apapun Gaya Memimpin Seseorang, Selama Itu Untuk Kebaikan Besama Janganlah Dipersoalkan

Maluku, Bedahnusantara.com: Pola dan perilaku seseorang dalam memimpin suatu daerah tentunya tidak lepas dari beragam penilaian dan pendapat, baik dari masyarakat umumnya, baik dari kalangan Akademisi, Aktivis, dan kalangan lainnya tanpa terkecuali.

murad%2Bgaya %2Beddy
Lapalelo: Apapun Gaya Memimpin Seseorang, Selama Itu Untuk Kebaikan Besama Janganlah Dipersoalkan


Hal inilah yang kini dialami oleh Gubernur Maluku Irjen. Pol. (Purn.) Drs. Murad Ismail, S.H., manakala gaya kepemimpinannya menuai beragam tanggapan dan reaksi, baik secara positif maupun secara negatif.


Menyikapi fenomena yang terjadi di masyarakat Maluku tersebut, pengamat politik Parameter Research Consultant, Edison Lapalelo menyatakan; soal perilaku atau karakter memimpin itu adalah anugerah atau dapat kita katakan sebagai Given atau pembawaan sejak seorang manusia itu dilahirkan.


Menurutnya, jika kita berbicara hari ini terkait cara memimpin atau gaya memimpin dari seorang Gubernur Maluku (Murad Ismail) yang sementara menjadi fokus bahasan publik. 


” Menurut saya hal ini berkaitan dengan komunikasi publik, atau ruang komunikasi yang belum terjalin secara baik, antara Gubernur Maluku dengan sejumlah kalangan atau pihak yang selama ini selalu menyatakan bahwa Gubernur Maluku (Murad Ismail), adalah pemimpin yang otoriter,” Ungkap Lapalelo.


Dikatakannya, jika kita menilai atau mencoba menyimpulkan terkait fenomena ini, bahwa apakah Pak Murad itu otoriter atau tidak? maka bagi kami, hal ini tidaklah bisa dengan sepihak kita menjustifikasi seseorang terkait perilakunya.


” Sebab sesuai pengamatan dan juga hasil bacaan kami, memang ada pihak yang dengan begitu luar biasa mengkritisi habis sikap dan gaya memimpin Pak Murad. Akan tetapi ada juga pihak yang menyatakan bahwa Pa Murad tidaklah demikian, seperti contohnya ketua team relawan Murad Ismail (Sam Latuconsina) yang menyatakan bahwa Pak Murad adalah Gubernur yang terpilih secara Demokrasi. Bagi kami hal ini adalah sangat benar, sehingga kita juga harus menghormati fakta dan kenyataan tersebut,” Jelasnya.


Bagi kami lanjutnya, semua orang boleh saja berpendapat terhadap style kepemimpinan Pak Murad Ismail, namun bukan hanya Pak Murad, Pak Walikota Ambon juga memiliki Style tersendiri dalam memimpin Kota Ambon, bahkan Pak Joko Widodo juga memiliki Style tersendiri dalam memimpin selaku seorang presiden.


Oleh karena itu silahkan saja semua orang berpendapat, akan tetapi saat kita berbicara terkait gaya memimpin (Style) dari seorang Murad Ismail selaku Gubernur Maluku, maka alangkah baiknya jika hal itu kita kembalikan saja untuk rakyat yang menilai dan menentukan sikapnya.


Nanti kita lihat hasilnya seperti apa, jika kemudian secara personality ada yang menyatakan pa Murad itu tidak baik, akan tetapi bagi rakyat beliau adalah orang yang bakik,dan dianggap sukses. Mengapa tidak dan apa yang salah dari hal itu?


” Walaupun mungkin nantinya akan ada yang berpendapat bahwa gaya kepemimpinan Pak Murad itu sedikit keras, akan tetapi jika kemudian dengan gaya memimpin seperti itu memberikan dampak yang baik untuk kebaikan Maluku, Keberhasilan di Maluku, dan Kemajuan Maluku, mengapa tidak dan apakah yang salah dari hal tersebut,”terang Lapalelo.


Sebab sekali lagi saya ingin menegaskan terkait gaya memimpin Gubernur Maluku, biarlah masyarakat yang menilai dan menentukan. Sebab yang terpenting menurut kami adalah, apapun gaya memimpin yang digunakan atau apapun bentuk ekspresi yang dilakukan. dipergunakan untuk sebesar-besarnya kebaikan dan kemajuan Maluku. (BN-07)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan