Christina Kebersamaan Empat Sekolah di Kompleks PMI Adalah Warisan yang Harus Terus Dijaga

a60e0ce8 edb5 4385 87ac e3e850665334

Editor: Redaksi

Ambon,Bedahnusantara.com: Kebersamaan yang telah terjalin selama bertahun-tahun di lingkungan Kompleks PMI, Kudamati, Kota Ambon, dinilai bukan sekadar hubungan antar lembaga pendidikan, tetapi telah menjadi sebuah warisan berharga yang membentuk karakter, budaya kerja, serta semangat pengabdian di dunia pendidikan. Nilai kebersamaan itulah yang hingga kini terus dijaga oleh seluruh keluarga besar sekolah yang berada dalam kompleks tersebut.

Hal itu disampaikan Kepala Sekolah SD Negeri 82 Kudamati, Christina David, saat diwawancarai di ruang kerjanya, Senin (4/5/2026). Dengan penuh haru, Christina mengenang perjalanan panjang kebersamaan empat sekolah yang selama ini tumbuh bersama, menghadapi berbagai tantangan, saling menopang, dan terus menjaga hubungan kekeluargaan yang kuat.

Menurut Christina, hubungan yang terbangun di antara empat sekolah dalam Kompleks PMI bukanlah sesuatu yang tercipta dalam waktu singkat. Kebersamaan tersebut telah ada sejak lama, bahkan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah perkembangan pendidikan di kawasan tersebut.

Ia mengatakan, selama bertahun-tahun para kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, hingga para siswa telah hidup dalam suasana yang penuh rasa saling menghormati, saling membantu, dan saling mendukung satu sama lain. Situasi inilah yang menurutnya membuat Kompleks PMI memiliki identitas tersendiri dibanding lingkungan pendidikan lainnya.

“Dari dulu kami selalu bersama, empat sekolah ini tumbuh dalam kebersamaan, saling mendukung, saling menguatkan. Itu yang membuat kompleks ini punya ikatan yang sangat kuat. Harapan saya, meskipun nanti ada pergantian kepala sekolah maupun guru, semangat kebersamaan ini tetap terjaga,” ujar Christina David dengan suara bergetar menahan haru.

Christina menuturkan, dalam perjalanan dunia pendidikan tentu banyak dinamika yang dihadapi, mulai dari perubahan kebijakan, pergantian pimpinan, mutasi guru, hingga berbagai tantangan dalam proses belajar mengajar. Namun di tengah semua perubahan tersebut, nilai persaudaraan yang telah dibangun di Kompleks PMI selalu menjadi kekuatan utama untuk tetap bertahan dan terus berkembang.

Menurutnya, kebersamaan bukan hanya terlihat dalam kegiatan formal antar sekolah, tetapi juga tercermin dalam berbagai aktivitas sehari-hari. Mulai dari koordinasi antar pimpinan sekolah, saling berbagi pengalaman dan solusi, mendukung pelaksanaan kegiatan pendidikan, hingga saling membantu ketika salah satu sekolah menghadapi kendala.

Ia menilai budaya seperti inilah yang harus terus dipertahankan, karena dunia pendidikan tidak hanya berbicara soal proses belajar di dalam kelas, tetapi juga bagaimana membangun lingkungan yang sehat, harmonis, dan penuh nilai kekeluargaan.

Lebih lanjut Christina menegaskan bahwa pergantian kepala sekolah maupun tenaga pendidik adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari dalam sistem pendidikan. Namun, ia berharap regenerasi yang terjadi nantinya tidak menghilangkan jati diri yang selama ini telah dibangun bersama.

“Jabatan bisa berganti, orang bisa datang dan pergi, tetapi nilai kebersamaan, rasa memiliki, dan semangat untuk saling menjaga harus tetap hidup. Itu yang saya harapkan dari generasi penerus nanti,” tegasnya.

Di akhir wawancara, Christina mengaku bangga bisa menjadi bagian dari perjalanan panjang Kompleks PMI. Baginya, kebersamaan yang selama ini terjalin bukan hanya membangun sekolah-sekolah yang kuat secara kelembagaan, tetapi juga melahirkan keluarga besar pendidikan yang memiliki kepedulian, solidaritas, dan komitmen yang sama dalam mencerdaskan generasi bangsa.

Ia berharap semangat yang telah diwariskan oleh para pendahulu itu dapat terus hidup, menjadi fondasi yang kokoh, dan tetap menjadi ciri khas Kompleks PMI Kudamati di masa-masa yang akan datang. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan