Gelar Wicara BPNB Maluku Tahun 2020

Ambon,Bedahnusantara.com:Gelar Wicara Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Maluku tahun 2020.

InShot 20200824 220627547


Gelar wicara dengan tema Kebertahanan Orang Maluku Pada Masa Pandemi Covid-19 : Perspektif Kebudayaan dengan 

menghadirkan, Kepala BPNB Maluku Rusli Manorek, Kandidat Doktor Antropologi Pdt Rudy Rahabeat dan Pakar Linguistik Unpatti Dr Rosmilda A da Costa secara virtual pada kantor BPNB Maluku, Senin (24/08/20).

Kepala BPNB maluku  Drs. Rusly Manorek mengatakan, gelar wicara BPNB Maluku tahun 2020 bertujuan untuk mengangkat nilai-nilai kearifan lokal sebagai suatu basis untuk orang Maluku dalam kondisi pandemi Covid-19.


“Kalau kita ingin terhindar dari pandemi Covid-19 kita harus menjaga kondisi kita agar, terhindari dari pandemi Covid-19,” ujarnya kepada wartawan usai melakukan gelar wicara secara virtual.


Dia mengakui, dengan melihat kondisi yang ada, kita harus bersama memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat untuk tetap menjaga kondisi ditengah pandemi Covid-19.

Selain itu lanjut dia, nilai budaya harus tetap dipertahankan untuk diaplikasikan dalam kondisi pandemi, sehingga ada pemahaman masyarakat agar, terhindari dari pandemi yang ada.


“Kalau kita semua sadar akan pandemi Covid-19 maka, semua masyarakat akan terhindar dari pandemi,” paparnya.


Dia meminta, masyarakat untuk tetap menjaga pesan leluhur dengan tetap menjaga   kebiasaan cuci negeri yang telah menjadi tradisi dari masyarakat.


“Ada tradisi yang sampai saat ini masih digunakan oleh kampung-kampung tertentu dengan melakukan tradisi cuci negeri dimana,  setiap orang yang akan masuk pada suatu kampung harus terlebih dulu membersihkan diri karena, tradisi sangat baik dan tepat untuk dilaksanakan selama pandemi Covid-19,” tuturnya.

Lebih jauh Manorek menambahkan, BPNB Maluku bersama pemerintah dan stakeholder dapat memadukan seni budaya yang berkembang dalam masyarakat dengan melakukan perubahan sosial terhadap sikap dan perilaku maupun kesadaran dalam.menghadapi pandemi ini.


“Kita harus memperhatikan protokol kesehatan meskipun, kita sadari ada perilaku yang dilakukan pemerintah sehingga, menimbulkan kritikan dari pihak yang mungkin merasa tidak puas,” katanya.


Diharapkan, dengan adanya gelar wicara ada renungan yang timbul selama pandemi.

“Kita renungkan pandemi dari sisi budaya dan perubahan sosial,” tandasnya.(BN-02)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan